PDI Perjuangan Minta Raperda Desa di Madiun Beri Kepastian
MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Madiun meminta Raperda Desa yang sedang dibahas memberi kepastian hukum dan operasional bagi pemerintah desa serta menjawab kebutuhan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Senin (21/9/2026), sebagai bagian penyesuaian terhadap UU Nomor 3 Tahun 2024.
Inti catatan pada Raperda Desa
Fraksi menekankan Raperda tidak cukup sekadar menyesuaikan kata demi kata dengan undang-undang. Raperda harus memastikan kewenangan desa jelas, tersedianya dukungan anggaran, dan mekanisme pengawasan yang efektif terhadap pengelolaan dana desa.
"Regulasi desa harus memberikan kepastian sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa,"
Fraksi juga meminta penguatan BUMDes, transparansi pengelolaan keuangan, serta peningkatan kesejahteraan perangkat desa agar fungsi pemerintahan desa berjalan optimal.
Perlindungan Lahan Pertanian (LP2B)
Selain Raperda Desa, Fraksi PDI Perjuangan memberi catatan penting terhadap Raperda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Fraksi mengingatkan bahwa tujuan LP2B bukan hanya mempertahankan luas lahan, melainkan juga harus memberi manfaat nyata bagi petani. Oleh karena itu, pemutakhiran data lahan perlu dilakukan sehingga objek perlindungan jelas dan terukur.
Selain itu, mekanisme insentif dan disinsentif untuk pelaku yang terlibat harus diperjelas agar kebijakan berjalan adil dan efektif.
Dana Cadangan Pilkada 2029
Mengenai Raperda Dana Cadangan Pilkada 2029, fraksi meminta klausul fleksibilitas anggaran untuk mengantisipasi perubahan jadwal pemilihan. Permintaan ini berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024.
"Perubahan jadwal harus diantisipasi dalam regulasinya agar anggaran tetap efektif,"
Dengan klausul antisipatif, dana yang dicadangkan dapat dikelola lebih efisien walau terjadi pergeseran waktu pelaksanaan Pilkada.
SOTK dan Penyertaan Modal BPR
Pada Raperda tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) perangkat daerah, fraksi mendorong penataan berdasarkan kebutuhan riil dan beban kerja. Penataan diminta tidak menambah tekanan pada APBD dan menerapkan prinsip merit system.
Untuk Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada BPR, fraksi mengingatkan pentingnya kajian mendalam sebelum menambah modal. Aspek yang harus dianalisis meliputi kelayakan, return on investment (ROI), analisis risiko, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Penyertaan modal harus terukur manfaatnya, baik terhadap PAD maupun akses pembiayaan masyarakat,"
Fraksi juga mendorong BPR memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan petani di Kabupaten Madiun.
Penutup
Fraksi PDI Perjuangan berharap seluruh catatan terhadap lima Raperda Non-APBD 2026 menjadi bahan pembahasan bersama. Tujuannya agar regulasi yang dihasilkan bukan sekadar aturan administratif, melainkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Madiun.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Hasto Paparkan 5 Prinsip Megawati untuk Kader PDIP
Hasto memaparkan lima prinsip Megawati untuk kader PDIP agar tetap konsisten, berpihak pada rakyat, dan meng...
Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir Hidupkan Tradisi Using di Kemiren
Ribuan cangkir kopi gratis disajikan di Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Kemiren, untuk melestarikan trad...
Ansari Ingatkan Wisudawan STEI Pamekasan: Buktikan Manfaat Ilmu
Ansari minta wisudawan STEI Masyarakat Madani Pamekasan membuktikan manfaat ilmu mereka; 44 lulusan diwisuda...
Blitar Perkuat Nasionalisme dan Keterampilan Generasi Muda Lewat Soekarno Way
Pemkab Blitar dorong nasionalisme dan keterampilan generasi muda lewat talkshow Soekarno Way untuk siapkan p...
Hasto Ajak Mahasiswa Teladani Soekarno Way di Blitar
Hasto Kristiyanto mengajak mahasiswa meneladani Soekarno Way sebagai pedoman kepemimpinan berideologi dan be...
Soekarno Run Blitar 2026 Dorong Peran Anak Muda di Politik
Deni Wicaksono: partai harus beri ruang bagi generasi muda lewat kegiatan seperti Soekarno Run dan Soekarno...