Politik

Novita Dorong Trenggalek Jadi Rumah Jaranan Dunia

Bagikan:
Pertunjukan jaranan di FJTT Trenggalek menampilkan budaya lokal dan kerumunan penonton

Trenggalek — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mendorong Kabupaten Trenggalek memanfaatkan momentum tiga dekade Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) yang berlangsung 20–26 September 2026 di Alun-Alun Trenggalek untuk membangun posisi sebagai rumah jaranan dunia. Menurut Novita, masuknya FJTT dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 membuka peluang memperluas promosi budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengelolaan event yang lebih terintegrasi.

Momentum tiga dekade dan status KEN

Novita menyatakan perjalanan 30 tahun FJTT menunjukkan konsistensi masyarakat menjaga tradisi jaranan. Dengan status KEN 2026, festival tidak lagi hanya berbentuk pertunjukan lokal, tetapi berpotensi menjadi daya tarik pariwisata tingkat nasional dan internasional.

"Jaranan bukan sekadar pertunjukan. Di setiap geraknya ada cerita, di setiap iramanya ada perjalanan, dan di setiap pertunjukannya ada semangat masyarakat menjaga warisan dari generasi ke generasi," ujar Novita.

Dampak ekonomi dan penguatan ekosistem

Novita menekankan bahwa pengakuan KEN harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata. Keberhasilan festival menurutnya tidak cukup diukur dari jumlah penonton, tetapi dari sejauh mana kegiatan itu menggerakkan ekonomi warga setempat.

  • Menarik wisatawan
  • Meningkatkan aktivitas UMKM dan kuliner
  • Membuka ruang bagi seniman dan industri kreatif
  • Mendorong layanan akomodasi dan transportasi

"Masuk KEN bukan sekadar label. Ini kesempatan membuat jaranan Trenggalek dikenal lebih luas. Tetapi setelah dikenal, harus ada dampaknya: wisatawan datang, UMKM bergerak, seniman mendapat ruang, dan ekonomi lokal tumbuh," tegasnya.

Integrasi sektor pendukung pariwisata

Novita mengajak agar festival jaranan terhubung dengan berbagai sektor pendukung. Ia menyebut perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata untuk membangun rantai manfaat yang merata.

Program FJTT ke-30 sudah memadukan beragam kegiatan yang berpotensi menciptakan rantai nilai tersebut, antara lain:

  • Bazar UMKM
  • Kuliner tradisional
  • Pameran budaya
  • Kegiatan ekonomi kreatif

Regenerasi seni dan identitas Turonggo Yakso

Novita juga menyoroti pentingnya pengembangan Turonggo Yakso sebagai identitas khas Trenggalek tanpa melepaskan akar tradisionalnya. Ia menekankan urgensi regenerasi agar kesenian terus hidup di tangan generasi muda.

"Kita ingin jaranan menjadi kebanggaan bersama. Rawat budayanya, dukung senimannya, dan beri ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk meneruskannya," ujarnya.

Prospek ke depan

Novita mendorong semua pihak memanfaatkan momentum KEN untuk memperluas promosi jaranan Trenggalek. Jika dikelola dengan baik, FJTT dapat menjadi pemicu pariwisata berkelanjutan dan penggerak ekonomi lokal yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait