BPS: Harga Telur Naik 1,08% namun Masih di Bawah HAP
Badan Pusat Statistik (BPS)Rp29.573 per kilogram masih di bawah HAP batas atas Rp30.000.
Kenaikan harga dan sebaran daerah
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan kenaikan tersebut terjadi di hampir separuh wilayah Indonesia. Angka daerah yang melaporkan kenaikan terus bertambah selama empat pekan terakhir.
Telur ayam ras naik 1,08 persen. Walaupun demikian, ini masih berada di bawah harga HAP-nya.
Rekap mingguan menunjukkan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan adalah: 135 pada akhir Agustus, lalu 136, 153, dan meningkat menjadi 165 pada pekan ketiga September.
Disparitas harga antarwilayah
Meski rata-rata nasional masih di bawah batas HAP, terjadi perbedaan harga tajam antardaerah. Beberapa kabupaten mencatat harga jauh di atas rata-rata nasional.
| Wilayah | Harga per kg (Rp) |
|---|---|
| Rata-rata nasional | 29.573 |
| Intan Jaya dan Puncak Jaya | 90.000 |
| Mamberamo Tengah | 80.000 |
Kondisi ini menunjukkan adanya kendala logistik dan ketersediaan pasokan di beberapa wilayah terpencil, sehingga harga di lapangan bisa jauh melampaui angka nasional.
Imbauan pemerintah daerah
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, meminta pemerintah daerah melakukan pengendalian di wilayah yang mencatat harga tinggi. Ia juga mengingatkan agar daerah memperhatikan daerah yang harga telurnya di bawah HAP.
Pemerintah daerah diminta menyeimbangkan kebijakan: menjaga ketersediaan dan akses harga terjangkau bagi konsumen sekaligus mempertahankan pendapatan wajar bagi peternak.
Implikasi dan langkah ke depan
Studi BPS ini menjadi dasar bagi koordinasi pengendalian inflasi pangan di tingkat daerah. Jika harga tetap tertekan terlalu rendah, dikhawatirkan pendapatan peternak terganggu. Sebaliknya, lonjakan di beberapa daerah perlu penanganan logistik dan distribusi.
Upaya pengendalian yang disarankan adalah memperkuat distribusi antarwilayah, memantau rantai pasok, dan menyesuaikan kebijakan daerah sesuai kondisi lokal agar kepentingan konsumen dan keberlanjutan usaha peternak tetap terjaga.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
PKS Tolak Pelonggaran Defisit 3%, Tekankan Kredibilitas Fiskal
PKS menolak pelonggaran batas defisit APBN maksimal 3% PDB, menilai konsistensi penting untuk menjaga kredib...
IHSG Terkoreksi 0,88% ke 6.384,72 pada Penutupan 21 Sept 2026
IHSG ditutup melemah 0,88% ke 6.384,72 pada 21 Sept 2026, dengan nilai transaksi Rp11,8 triliun dan tekanan...
5 Alasan Startup Pilih Virtual Office di Jakarta Timur
Virtual office di Jakarta Timur menawarkan alamat resmi, biaya lebih ringan, fasilitas rapat, dan fleksibili...
Qodari: Investasi Tiongkok Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Qodari menyatakan investasi Tiongkok penting untuk dorong pertumbuhan Indonesia dan berharap peran organisas...
Indodana Finance Terima Pendanaan Rp700 Miliar dari HSBC
Indodana Finance mendapatkan fasilitas pendanaan Rp700 miliar dari HSBC Indonesia untuk memperluas layanan I...
Komisi XI Desak Penguatan Pembiayaan Produktif untuk UMKM Sulut
Komisi XI DPR minta OJK dan lembaga keuangan perluas akses pembiayaan produktif agar UMKM Sulut bisa berkemb...