Ekonomi

BPS: Harga Telur Naik 1,08% namun Masih di Bawah HAP

Bagikan:
Grafik kenaikan harga telur ayam ras menurut BPS pekan ketiga September 2026

Badan Pusat Statistik (BPS)Rp29.573 per kilogram masih di bawah HAP batas atas Rp30.000.

Kenaikan harga dan sebaran daerah

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan kenaikan tersebut terjadi di hampir separuh wilayah Indonesia. Angka daerah yang melaporkan kenaikan terus bertambah selama empat pekan terakhir.

Telur ayam ras naik 1,08 persen. Walaupun demikian, ini masih berada di bawah harga HAP-nya.

Rekap mingguan menunjukkan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan adalah: 135 pada akhir Agustus, lalu 136, 153, dan meningkat menjadi 165 pada pekan ketiga September.

Disparitas harga antarwilayah

Meski rata-rata nasional masih di bawah batas HAP, terjadi perbedaan harga tajam antardaerah. Beberapa kabupaten mencatat harga jauh di atas rata-rata nasional.

Wilayah Harga per kg (Rp)
Rata-rata nasional 29.573
Intan Jaya dan Puncak Jaya 90.000
Mamberamo Tengah 80.000

Kondisi ini menunjukkan adanya kendala logistik dan ketersediaan pasokan di beberapa wilayah terpencil, sehingga harga di lapangan bisa jauh melampaui angka nasional.

Imbauan pemerintah daerah

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, meminta pemerintah daerah melakukan pengendalian di wilayah yang mencatat harga tinggi. Ia juga mengingatkan agar daerah memperhatikan daerah yang harga telurnya di bawah HAP.

Pemerintah daerah diminta menyeimbangkan kebijakan: menjaga ketersediaan dan akses harga terjangkau bagi konsumen sekaligus mempertahankan pendapatan wajar bagi peternak.

Implikasi dan langkah ke depan

Studi BPS ini menjadi dasar bagi koordinasi pengendalian inflasi pangan di tingkat daerah. Jika harga tetap tertekan terlalu rendah, dikhawatirkan pendapatan peternak terganggu. Sebaliknya, lonjakan di beberapa daerah perlu penanganan logistik dan distribusi.

Upaya pengendalian yang disarankan adalah memperkuat distribusi antarwilayah, memantau rantai pasok, dan menyesuaikan kebijakan daerah sesuai kondisi lokal agar kepentingan konsumen dan keberlanjutan usaha peternak tetap terjaga.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait