Komisi XI Desak Penguatan Pembiayaan Produktif untuk UMKM Sulut
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menegaskan perlunya penguatan akses pembiayaan produktif bagi UMKM Sulawesi Utara agar kapasitas usaha dan daya saing meningkat. Pernyataan itu disampaikan saat Kunjungan Kerja Komisi XI di Manado, Jumat, 18 September 2026, menyusul temuan bahwa kredit UMKM di daerah tersebut lebih banyak terserap untuk konsumsi daripada investasi atau modal kerja.
Kondisi UMKM Sulut dan pola penggunaan kredit
Hekal menyebut pertumbuhan ekonomi Sulut relatif sebanding dengan nasional, namun perkembangan UMKM tertinggal. Data lapangan menunjukkan kecenderungan pemanfaatan kredit untuk kebutuhan konsumsi, bukan untuk penguatan usaha.
"Kita melihat di Sulut ini perkembangan pertumbuhan ekonomi sebetulnya cukup mirip atau setara dengan nasional, hanya saja dari sisi UMKM agak tertinggal. Bahkan dari UMKM yang mendapatkan kredit pun agak lebih besar di konsumsinya ketimbang investasi ataupun kredit modal kerja,"
Upaya memperluas akses pembiayaan dan literasi
Menurut Hekal, akses pembiayaan harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas produksi UMKM. Ia mendorong OJK dan lembaga keuangan memperluas dukungan program pembiayaan yang bersifat produktif.
"Literasi ini harus ditambahkan dan harus digalakkan lagi. Banyak program yang sebenarnya sudah diadakan, tetapi peningkatan dari usaha mikro ke kecil kemudian menengah masih sangat terbatas,"
Hekal menekankan bahwa penguatan akses harus disertai peningkatan literasi keuangan agar pelaku usaha memahami berbagai skema pembiayaan.
Membangun ekosistem pembiayaan bertahap
Komisi XI mendorong pembangunan ekosistem pembiayaan yang memungkinkan pendampingan bertahap sebelum UMKM memenuhi persyaratan perbankan. Contoh alur yang disarankan adalah fasilitasi awal melalui PNM, kemudian peningkatan ke Pegadaian atau bank seperti BRI.
"Dari sebelum mereka layak masuk ke perbankan, mereka bisa difasilitasi, misalnya oleh PNM, kemudian meningkat ke Pegadaian ataupun ke BRI. Itu harus sampai kepada mereka dan memang harus digalakkan,"
Peran Himbara, bank swasta, dan lembaga nonbank
Selain bank-bank milik negara (Himbara), Hekal meminta bank swasta dan lembaga pembiayaan nonbank turut memperluas akses likuiditas. Diversifikasi sumber pembiayaan dinilai penting untuk memperkuat fungsi intermediasi dan memberi pilihan pendanaan bagi UMKM.
"Kita juga sedang memikirkan bagaimana caranya menggalakkan effort ini dari bank-bank swasta, supaya nanti semua bisa ikut berkontribusi menjadi intermediasi,"
Penanganan UMKM terdampak bencana
Hekal mengingatkan perlunya kebijakan relaksasi dan restrukturisasi kredit untuk UMKM terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa penghapusan utang bukan langkah pertama, namun dapat dipertimbangkan bila usaha benar-benar terhenti.
"Kalau relaksasi dengan dasar yang jelas, itu bahkan kemarin di Undang-Undang P2SK kita memasukkan untuk menghapus utang-utang UMKM. Tentu itu harus ada sebab,"
Ia juga mengimbau masyarakat terdampak untuk berkoordinasi dengan OJK sehingga Komisi XI dapat mendorong dialog antara debitur dan lembaga keuangan.
Langkah ke depan
Komisi XI akan mendorong implementasi rekomendasi yang menitikberatkan pada perluasan pembiayaan produktif, peningkatan literasi, serta peran aktif perbankan dan lembaga nonbank. Penguatan UMKM yang sehat diharapkan memperbesar kontribusi terhadap penerimaan negara dan mengurangi beban APBN untuk bantuan sosial.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
KAI Siapkan Kereta Wisata Nusantara Explorer Kapasitas 91
KAI menyiapkan kereta wisata Nusantara Explorer berkapasitas 91 pelanggan untuk mendukung pariwisata, dengan...
Paramount Land Raih Top 10 Developer Awards Kelima Kali
Paramount Land meraih Top 10 Developer Awards Hubexo Asia 2026 untuk kelima kalinya, menguatkan komitmen pen...
PMSE Dominasi Penerimaan Pajak Digital hingga Agustus 2026
DJP mencatat penerimaan pajak sektor digital hingga Agustus 2026 sebesar Rp57,23 triliun; PMSE menyumbang Rp...
Prakiraan Harga Emas Pekan Depan: Gejolak Geopolitik dan Politik AS
Emas diperkirakan fluktuatif pekan depan karena konflik Timur Tengah, politik AS, dan kebijakan the Fed; har...
IHSG Turun 1,53% Pekan 14-18 Sept 2026, Asing Catatkan Net Sell Rp1,79T
IHSG turun 1,53% pada 14-18 Sept 2026, kapitalisasi dan likuiditas menurun, asing catatkan jual bersih Rp1,7...
Tarik Tunai Tanpa Kartu: 5 Situasi Darurat dan Solusinya
Tarik tunai tanpa kartu lewat GoPay memungkinkan Anda mencairkan saldo di minimarket saat ATM atau kartu tak...