Indodana Finance Terima Pendanaan Rp700 Miliar dari HSBC
PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance) menerima fasilitas pendanaan sebesar Rp700 miliar dari PT Bank HSBC Indonesia. Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat layanan Buy Now Pay Later (BNPL) Indodana PayLater dan memperluas akses pembiayaan digital di Indonesia.
Rincian kerja sama dan tujuan
Fasilitas pendanaan ini disusun untuk mendukung pertumbuhan portofolio pembiayaan Indodana Finance secara sehat dan bertanggung jawab. Kolaborasi dengan HSBC Indonesia diharapkan memperkuat ketersediaan dana bagi konsumen dan merchant yang memanfaatkan layanan PayLater.
Kata pimpinan perusahaan
Direktur Utama Indodana Finance, Mira Wibowo, mengatakan kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam mendukung inklusi keuangan.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh HSBC Indonesia. Dukungan fasilitas pendanaan terhadap layanan Indodana PayLater memotivasi kami untuk terus menjaga pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan bertanggung jawab bagi masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan akses layanan di berbagai wilayah Indonesia."
Steve Andoko, Banking Director PT Bank HSBC Indonesia, menyatakan dukungan tersebut merupakan langkah nyata untuk memperkuat ekosistem pembiayaan digital yang inklusif.
"Melalui kemitraan strategis ini, kami bangga dapat mendukung penyedia layanan BNPL seperti Indodana Finance melalui Indodana PayLater dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah diakses oleh setiap lapisan masyarakat, yang mungkin selama ini belum terjangkau oleh perbankan konvensional."
Jangkauan layanan dan akses
Indodana Finance saat ini telah menjangkau merchant online, outlet offline, dan ritel yang tersebar di 180 kota dan kabupaten di Indonesia. Perluasan ini diharapkan makin memperkuat akses konsumen terhadap opsi pembiayaan digital.
Informasi lebih lanjut tentang layanan dan fitur Indodana PayLater dapat diakses melalui situs resmi: indodana.id. Pengguna juga bisa mengunduh aplikasi Indodana Finance melalui toko aplikasi di perangkat masing-masing untuk menikmati kemudahan transaksi.
Implikasi dan prospek
Pendanaan dari HSBC Indonesia berpotensi mempercepat penetrasi layanan BNPL di segmen yang belum terlayani. Dukungan tersebut juga menandai kepercayaan lembaga keuangan besar terhadap model pembiayaan digital yang diatur dan diawasi OJK.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mendorong inovasi produk, peningkatan jangkauan merchant, dan ketersediaan pembiayaan yang lebih inklusif bagi konsumen di berbagai wilayah Indonesia.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Komisi XI Tekankan Ekonomi Berkelanjutan di Sulsel
Misbakhun minta Sulsel kurangi ketergantungan belanja pemerintah dan perkuat investasi, ekspor, serta hiliri...
Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram pada 21 Sept 2026
Harga emas Antam turun Rp10.000 per gram pada 21 September 2026; harga 1 gram tercatat Rp2.628.000, daftar l...
Rupiah Dibuka Melemah, Tertekan Naiknya Imbal Hasil AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.790 per dolar pada 21 Sep 2026, tertekan kenaikan imbal hasil obligasi AS menj...
Komisi XI Minta OJK Perkuat Pengawasan Penagihan Pihak Ketiga
Komisi XI DPR minta OJK perketat pengawasan penagihan pihak ketiga dan lindungi data serta hak konsumen pasc...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Jelang Hasil RDG BI
IHSG diprediksi konsolidasi jelang hasil RDG BI; investor juga menunggu data kredit Agustus dan perkembangan...
KAI Siapkan Kereta Wisata Nusantara Explorer Kapasitas 91
KAI menyiapkan kereta wisata Nusantara Explorer berkapasitas 91 pelanggan untuk mendukung pariwisata, dengan...