Ekonomi

IHSG Diprakirakan Konsolidasi Jelang Hasil RDG BI

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menjelang keputusan RDG Bank Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami konsolidasi pada perdagangan Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin, 21 September 2026. Penurunan akhir pekan lalu, aksi jual asing, dan menantinya hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia menjadi faktor utama yang memengaruhi.

Penutupan Terakhir dan Aksi Investor Asing

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, IHSG turun 0,33 persen ke level 6.441. Aksi jual investor asing tercatat sebesar Rp1,78 triliun, menekan sentimen pasar domestik.

  • BBCA
  • BMRI
  • AMMN
  • TLKM
  • DSSA

Proyeksi Teknis dan Sentimen Menjelang RDG BI

Analis pasar dari Tim Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi di rentang 6.400–6.550. Jika level 6.400 ditembus, IHSG berpotensi menguji area 6.300–6.350.

"Hari ini, secara teknikal, IHSG diprakirakan konsolidasi di kisaran level 6.400-6.550, jika tembus level 6.400. Untuk itu IHSG akan menguji level 6.300-6.350," kata Analis Pasar Modal dari Tim Phintraco Sekuritas.

Pasar kini menantikan hasil RDG Bank Indonesia yang digelar Rabu lusa. Tim Phintraco memproyeksikan BI akan mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen. Selain itu, pelaku pasar juga mengamati data pertumbuhan kredit Agustus 2026 yang diperkirakan tumbuh 15 persen secara tahunan, naik dari 13,58 persen pada Juli 2026.

Sentimen Global: Imbal Hasil, Kebijakan Bank Sentral, dan Komoditas

Bursa saham AS dan Asia menutup perdagangan akhir pekan secara beragam. Indeks Dow Jones melemah seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun lebih dari 5 bps ke level sekitar 5 persen.

"Imbal hasil US Treasury berbalik menguat karena ekspektasi kebijakan the Fed yang masih akan 'hawkish' (ketat) hingga tahun depan," ujar Tim Phintraco.

Sementara itu, Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 1,25 persen, level tertinggi sejak April 1995. Di pasar komoditas, harga minyak tetap tinggi di sekitar USD100 per barel. Minyak WTI turun 1,6 persen ke sekitar USD100 per barel, dan Brent melemah 0,9 persen ke USD103 per barel.

Harga emas spot melanjutkan penguatan 0,3 persen ke sekitar USD4.352 per troy ons. Koreksi minyak mendukung emas, meski penguatan dolar AS membatasi kenaikannya.

Risiko dan Perhatian Pasar

Tim Phintraco mencatat konflik di Timur Tengah berpotensi terus memengaruhi indeks bursa global. Dampaknya terlihat lewat harga minyak, ekspektasi inflasi, dan prospek kenaikan suku bunga bank sentral.

Pasar juga akan mencermati komentar pejabat the Fed terkait prospek kebijakan moneter. Selain itu, pertemuan Presiden AS dan Presiden Tiongkok pada 23–25 September 2026 menjadi sorotan karena potensi dampaknya terhadap sentimen pasar global.

Dengan situasi ini, IHSG diperkirakan bergerak lebih berhati-hati dalam beberapa sesi mendatang sambil menunggu sinyal kebijakan dan data ekonomi yang lebih jelas.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait