10 Tradisi Unik Menyambut 17 Agustus di Berbagai Daerah
Menjelang peringatan 17 Agustus, berbagai daerah di Indonesia menghidupkan beragam tradisi lokal sebagai bentuk syukur dan penghormatan. Tradisi ini berlangsung setiap tahun, dari Lombok hingga Lumajang, dan menjadi daya tarik budaya bagi masyarakat dan wisatawan.
Ringkasan tradisi
Beberapa tradisi berbentuk perlombaan, pawai, dan ritual malam seperti tirakatan. Ada pula tradisi yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda dan menjadi identitas daerah. Berikut daftar sepuluh tradisi unik yang rutin muncul saat Agustusan.
-
Peresean - Lombok, Nusa Tenggara Barat
Peresean mempertemukan dua pria yang saling bertarung menggunakan tongkat rotan dan perisai kulit kerbau. Pertandingan dikawal seorang pekembar atau wasit dan diiringi musik tradisional. Meski bertarung, tradisi ini dilihat sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan.
-
Tirakatan – Pulau Jawa
Tirakatan digelar pada malam 16 Agustus dan biasanya dihadiri tokoh masyarakat serta warga. Kegiatan meliputi doa bersama, mengenang para pahlawan, dan makan bersama. Acara sering ditutup dengan penyerahan hadiah perlombaan rakyat.
-
Pacu Kude – Aceh Tengah
Pacu Kude adalah pacuan kuda tradisional yang dipanaskan menjelang HUT RI. Lintasan sekitar 1,5 kilometer ini menarik joki dari berbagai daerah. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda dan menjadi agenda budaya tahunan.
-
Telok Abang – Palembang, Sumatra Selatan
Telok Abang berupa mainan gabus yang dihiasi telur rebus berwarna merah. Mainan ini khusus muncul menjelang peringatan kemerdekaan dan menjadi ciri khas perayaan di Palembang.
-
Pawai Jampana – Bandung, Jawa Barat
Setelah upacara bendera, warga Bandung mengarak tandu atau jampana berisi hasil bumi dan karya lokal. Tandu dipikul bergantian sambil diiringi musik, sebagai ungkapan syukur dan solidaritas komunitas.
-
Sampan Layar – Batam, Kepulauan Riau
Sejak 1965, lomba sampan layar menjadi ikon perayaan kemerdekaan di Batam. Perlombaan ini menarik partisipan lokal dan wisatawan, sekaligus melestarikan keterampilan pelayaran tradisional.
-
Sepak Bola Durian – Kebumen dan Cirebon
Di Kebumen dan Cirebon warga menggelar sepak bola unik menggunakan buah durian sebagai bola. Permainan ini memicu tawa dan menjadi daya tarik khas saat Agustusan.
-
Lomba Dayung - Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Lomba dayung di Banjarmasin sudah dikenal sejak 1924 untuk melestarikan jukung tradisional. Selain hiburan, acara ini menjadi ajang pencarian bibit atlet dayung dari daerah dan provinsi lain.
-
Estafet Obor - Semarang, Jawa Tengah
Estafet obor di Kelurahan Papandayan dilakukan secara bergantian menuju garis akhir. Obor menjadi simbol semangat perjuangan pahlawan dan upaya menumbuhkan rasa nasionalisme di masyarakat.
-
Karapan Kambing – Lumajang, Jawa Timur
Karapan Kambing memperlombakan sepasang kambing untuk mencapai garis akhir secepat mungkin. Pemilik hewan berlari mendampingi kambingnya, menjadikan perlombaan ini atraksi unik di perayaan kemerdekaan.
Penutup
Keberagaman tradisi ini menunjukkan bahwa semangat 17 Agustus hidup melalui budaya lokal. Selain menjaga identitas, tradisi-tradisi tersebut membuka peluang pengembangan wisata budaya jika didukung pelestarian yang berkelanjutan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Rengasdengklok: Golongan Tua vs Muda yang Mempercepat Proklamasi
Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 menegaskan perbedaan antara golongan tua dan muda yang akhirny...
6 Agustus: Hiroshima, Apresiasi Petani, Sailor Moon, dan Hari Balon
6 Agustus 2026 menampilkan empat peringatan: Hiroshima, Hari Apresiasi Petani, Sailor Moon Day, dan Hari Bal...
Bu Dar Mortir, Patriot Perempuan Penopang Pejuang Surabaya 1945
Darijah "Bu Dar Mortir" mengelola dapur umum di Jalan Pacar Surabaya untuk mendukung pejuang saat Pertempura...
MLB Perkuat Pelestarian Bahasa Lampung lewat Kamus dan Kursus
MLB memperkuat pelestarian Bahasa Lampung dengan kamus dialek, kursus daring, dan program budaya usai penguk...
Sejarah Balap Karung: Dari Masa Kolonial hingga Tradisi Agustusan
Balap karung berakar sejak era kolonial di Kebayoran Baru dan kini jadi tradisi khas Agustusan yang sarat ni...
Tokoh di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda: Soegondo hingga WR Supratman
Sumpah Pemuda lahir 28 Oktober 1928 melalui Kongres Pemuda II dengan peran tokoh seperti Soegondo, Mohammad...