Mahershala Ali Buka Suara soal Batalnya Film Blade
Mahershala Ali menegaskan ia tidak merasa gagal setelah proyek film Blade yang diumumkan pada 2019 batal dan tak pernah memasuki produksi. Pernyataan ini disampaikan menyusul pengakuan Presiden Marvel Studios yang mengatakan ia merasa "gagal" atas pembatalan proyek tersebut saat San Diego Comic-Con 2026.
Respons Ali soal pembatalan
Ali mengatakan ia tidak menganggap pembatalan itu sebagai kegagalan pribadi. Selama bertahun-tahun ia menunggu keputusan dari studio dan meyakini, jika proyek itu memang ditakdirkan baginya, film tersebut pasti sudah diproduksi.
"Ia menyatakan tidak melihat pembatalan sebagai kegagalan dari dirinya sendiri", begitu intisari pernyataan Ali tentang nasib film yang sudah lama dinantikan penggemar.
Alasan proyek tidak berjalan
Perjalanan pengembangan Blade diwarnai sejumlah kendala yang menghentikan proyek sebelum syuting dimulai. Beberapa masalah yang disebut terkait gagalnya proyek tersebut meliputi:
- Perubahan sutradara berkali-kali
- Perombakan tim penulis naskah
- Penundaan jadwal produksi berulang
Akibatnya, meski nama pemeran utama diumumkan sejak 2019, proyek itu tak pernah resmi masuk tahap produksi.
Reaksi pemeran lain
Aktris yang sempat terlibat, Mia Goth, mengungkapkan kekecewaannya atas berhentinya proyek. Ia menyebut telah mengikuti audisi, menjalani uji chemistry dengan Ali, serta sesi kostum sebelum proyek dihentikan.
Lembar baru dalam karier Ali
Meski Blade batal, Ali mengatakan ia telah mendapatkan kepuasan kreatif dari proses persiapan. Ia menjalani latihan fisik intens selama lebih dari setahun untuk mempersiapkan peran tersebut.
Saat ini Ali kembali melanjutkan karier dan bekerja sama lagi dengan sutradara Bassam Tariq, yang sempat ditunjuk untuk menggarap Blade, melalui film Your Mother Your Mother Your Mother.
Implikasi ke depan
Pembatalan Blade menandai salah satu proyek Marvel yang mengalami hambatan panjang meski melibatkan aktor pemenang penghargaan. Keputusan studio ke depan soal proyek serupa kemungkinan akan dipengaruhi evaluasi internal setelah pengakuan eksekutif bahwa mereka merasa gagal merealisasikan film itu.
Ali sendiri memilih fokus ke proyek yang sudah berjalan dan pengalaman persiapan fisik yang ia jalani dianggap cukup memberikan kepuasan kreatif, sekaligus menjadi modal untuk peran-peran berikutnya.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Habib Jafar Bawa Keresahan Anak Muda di Seni Merayu Tuhan
Habib Jafar terlibat langsung adaptasi bukunya menjadi film Seni Merayu Tuhan, menyorot pencarian makna dan...
Kemenbud Rencanakan Museum Musik Indonesia di Bandung
Kementerian Kebudayaan merencanakan Museum Musik Indonesia di bekas Gedung Jiwasraya, Bandung, untuk melesta...
Empat Musim Pertiwi Tayang World Premiere di TIFF 2026
Film Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi, akan melakukan world premiere di TIFF 2026 dan tayang di bioskop In...
THE BOYZ Lanjut Sebagai Sembilan Anggota di Label Baru
THE BOYZ memastikan akan tetap beraktivitas sebagai sembilan anggota lewat sistem label baru; pengumuman res...
80% Masyarakat Pilih Lagu Lokal, Menbud: Musik Indonesia Kian Kuat
Kemenbud: sekitar 80% masyarakat kini lebih sering mendengarkan lagu lokal; Fadli Zon sebut kekayaan budaya...
Kemenbud Gelar Konser 'Sepanjang Jalan Kenangan' untuk Is Haryanto
Kementerian Kebudayaan menggelar konser penghormatan untuk Is Haryanto pada 5 Agustus 2026 di Soehanna Hall,...