Andreas Minta Evaluasi KUR 17 Tahun agar UMKM Naik Kelas
BATU — Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, mendorong pemerintah segera mengevaluasi efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah berjalan selama 17 tahun. Pernyataan itu disampaikan saat dialog dengan pelaku UMKM dan penggerak pariwisata di Gelora Garden, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Kamis (6/8/2026).
Evaluasi KUR dan capaian program
Andreas menilai alokasi anggaran besar untuk KUR belum mampu mendorong banyak pelaku usaha naik kelas. Ia menekankan bahwa penyaluran modal saja tidak cukup untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro.
"Subsidi permodalan melalui KUR ini sudah berjalan 17 tahun dengan anggaran sangat besar, tapi pelaku UMKM sampai hari ini tidak banyak yang bergerak naik kelas. Mayoritas masih berkutat di tingkat mikro dan ultra mikro,"
Perbaikan basis data UMKM
Selain skema pembiayaan, Andreas menyoroti masalah validitas data UMKM nasional. Menurutnya, data yang tidak akurat membuat sasaran program menjadi kurang tepat.
"Rasio penduduk dan jumlah UMKM ini masih meragukan. Ke depan, validasi data ini harus ditinjau kembali,"
Pendampingan dan skema pembiayaan yang fleksibel
Dalam dialog, Andreas mengusulkan agar pemerintah memperkuat sistem pendampingan usaha. Pendampingan dinilai penting agar penerima KUR dapat mengelola modal untuk tumbuh, bukan sekadar meminjam.
"Bukan hanya sekadar kucuran dana. Fleksibilitas pembayaran utang hingga suku bunga yang ramah bagi sektor usaha mikro akan terus saya tekankan dalam pembahasan di Senayan,"
Ia juga menyoroti perlunya skema bunga dan tenor yang sesuai dengan kemampuan pelaku usaha mikro. Skema seperti itu diharapkan mengurangi beban balik dan meningkatkan kelangsungan usaha.
Penguatan ekosistem dan HAKI
Andreas menawarkan konsep closed-loop system untuk membangun rantai pasok lokal yang saling terhubung. Konsep ini bertujuan meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk daerah.
"Kuncinya ada pada kehadiran integrator, dan Gelora Garden ini sudah sangat bagus menjalankan peran sebagai UMKM Hub dengan dukungan solid dari pemerintah desa,"
Ia menambahkan perlunya peran aktif pemerintah daerah dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dalam mendampingi pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), agar produk lokal mendapat perlindungan hukum dan nilai komersial lebih baik.
"Kami mendorong Pemda dan KADIN untuk hadir mengawal dan mendampingi proses pendaftaran hak cipta para pelaku UMKM dari awal hingga selesai,"
Dengan langkah tersebut, Andreas berharap KUR tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan, tetapi juga katalis bagi UMKM untuk naik kelas dan memperkuat ekonomi daerah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Wakil DPRD Minta Jalur Pendakian Gunung Piramid Ditutup Sementara
Wakil Ketua DPRD Bondowoso minta penutupan sementara jalur Gunung Piramid setelah dua pendaki tewas, untuk e...
Eri Cahyadi Tekankan Pendidikan Pancasila di Sekolah Rakyat Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pendidikan karakter berbasis Pancasila di Sekolah Rakyat SRT 2 Surabaya saa...
Kediri Salurkan 216 Alsintan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Pemkab Kediri menyalurkan 216 unit alsintan dan memperkuat irigasi untuk meningkatkan produktivitas dan keta...
DPRD Surabaya Minta DPR Perjuangkan Anggaran APBN untuk Banjir
DPRD Surabaya mendorong anggota DPR RI Dapil Surabaya memperjuangkan alokasi APBN untuk pengendalian banjir,...
Soekarno Cup 2026 Siap Digelar di Surabaya, Pembukaan 10 Agustus
Panitia Soekarno Cup 2026 menyatakan kesiapan penuh untuk pembukaan 10 Agustus di Surabaya; persiapan teknis...
Ansari Jelaskan Pengelolaan Dana Haji BPKH dan Subsidi BPIH 2026
Ansari mengajak masyarakat Madura memahami pengelolaan dana haji BPKH; hasil investasi disalurkan untuk subs...