FIFA Evaluasi Tata Kelola Usai Polemik Penjualan Saham
Jakarta — FIFA akan melakukan evaluasi tata kelola organisasi setelah membatalkan rencana penjualan 20% saham entitas pengelola hak komersial Piala Dunia. Keputusan itu diambil menyusul kritik terhadap proses pengambilan keputusan yang dinilai kurang transparan.
Pembatalan rencana saham dan reaksi awal
Pembatalan penjualan saham memicu sorotan terhadap kebijakan internal FIFA dan menimbulkan pertanyaan tentang prosedur tata kelola. Beberapa konfederasi serta pemangku kepentingan sebelumnya meminta agar setiap kebijakan strategis dibuat lebih transparan.
Dukungan pimpinan kepada Presiden
Meski mendapat kritik, jajaran pimpinan FIFA menyatakan tetap mendukung kepemimpinan Presiden Gianni Infantino. Pernyataan dukungan itu disampaikan seusai pertemuan pimpinan FIFA di Rabat, Maroko, antara Sekretaris Jenderal dan Dewan Manajemen.
"Sekretaris Jenderal FIFA dan anggota Dewan Manajemen FIFA menegaskan kembali dukungan penuh kepada Presiden FIFA Gianni Infantino."
Tujuan evaluasi tata kelola
FIFA menyatakan evaluasi bertujuan memperkuat mekanisme pengambilan keputusan dan meningkatkan transparansi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah munculnya persoalan serupa di masa mendatang serta memperbaiki komunikasi dengan semua pemangku kepentingan.
Posisi Infantino dan kontinuitas kepemimpinan
Infantino juga menyampaikan dukungan kepada Sekretaris Jenderal dan jajaran administrasi, serta mengapresiasi kerja mereka dalam menjalankan program organisasi. Pernyataan resmi FIFA menegaskan solidaritas internal di tengah kontroversi.
"Presiden FIFA menegaskan kembali dukungan penuhnya kepada Sekretaris Jenderal FIFA dan jajaran administrasi FIFA."
Gianni Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016. Masa jabatan ketiganya berlangsung hingga 2027 setelah terpilih kembali pada Kongres FIFA 2023.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Evaluasi tata kelola yang diumumkan FIFA akan menjadi fokus perhatian para konfederasi dan sponsor. Hasil evaluasi diperkirakan akan menentukan perubahan prosedur internal dan standar transparansi organisasi.
Ke depan, publik dan pemangku kepentingan menunggu rincian lebih lanjut tentang ruang lingkup evaluasi, jadwal pelaksanaannya, serta rekomendasi yang akan diajukan untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...