Budidaya Pisang Cavendish di Bringinan Jadi Model Pemberdayaan
PONOROGO — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mendorong budidaya pisang Cavendish di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo, menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang dapat direplikasi. Kunjungan berlangsung Sabtu malam, 15 Agustus 2026, untuk melihat langsung program yang dimulai pada 2024 dan kini mulai memberi hasil.
Program sederhana, hasil terasa
Novita menilai inovasi tidak selalu membutuhkan program besar dan anggaran besar. Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan dan pendekatan sederhana bisa menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga jika dikelola berkelanjutan.
Kalau ini bisa ditularkan dan dilaksanakan di desa-desa lain, tentu dapat menjadi salah satu pintu kebangkitan ekonomi Kabupaten Ponorogo
Dia juga menyerahkan dukungan bibit kepada warga untuk memperluas pengembangan komoditas tersebut.
Dari lahan desa menjadi pendapatan keluarga
Kepala Desa Bringinan, Barno, menjelaskan budidaya Cavendish dimulai pada 2024 dengan alokasi sekitar Rp3,5 juta untuk pengadaan benih. Program dilanjutkan dengan pelatihan agar warga tidak sekadar menerima bibit, tetapi juga memahami teknik pemeliharaan sampai panen.
Konsepnya sederhana: warga cukup menanam sekitar dua hingga lima batang di lahan yang tersedia. Sekarang sejumlah pohon sudah berbuah dan memberi tambahan pendapatan keluarga.
Alhamdulillah di Bringinan berhasil. Dengan adanya program ini, ekonomi keluarga ikut meningkat
Pemerintah desa juga mendorong agar pendapatan dari penjualan pisang dimanfaatkan untuk pemenuhan kewajiban, termasuk pembayaran pajak, sehingga kebun menjadi aset produktif keluarga.
Aspirasi warga dan kebutuhan infrastruktur
Dalam kunjungan tersebut, Novita berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi. Beberapa keluhan yang muncul berkaitan dengan kondisi jalan dan kebutuhan penerangan yang masih terbatas.
Insya Allah semua ditampung
Novita mengatakan penyerapan aspirasi dan pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan; infrastruktur yang memadai penting untuk kelancaran distribusi dan aktivitas produksi.
Potensi replikasi di desa lain
Novita menekankan kekuatan program terletak pada kesederhanaan dan keterlibatan warga. Dengan penyesuaian pada kondisi lokal, ia optimistis pola pemberdayaan ini bisa dikembangkan di desa lain untuk menggerakkan ekonomi regional.
Menurutnya, pembangunan desa lebih dari sekadar besar kecilnya anggaran; kreativitas dalam mengelola potensi lokal menjadi kunci meningkatkan kesejahteraan warga.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Banteng Jatim Bangkit, Kalahkan Banteng Maluku 2-0
Banteng Jatim FC menang 2-0 atas Banteng Maluku Raya di Soekarno Cup 2026, menandai perbaikan mental dan per...
Banteng Kalimantan Timur Libas Yogyakarta 4-0, Wahyu Satria Cetak Quattrick
Banteng Kalimantan Timur menang 4-0 atas Banteng D.I. Yogyakarta di Soekarno Cup 2026. Wahyu Satria jadi bin...
Soekarno Cup 2026 Awali Pertandingan dengan Hening Cipta untuk Korban Gempa
Soekarno Cup 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan membuka laga dengan one minute silence untuk mendoakan...
Propemperda Sumenep 2026: 31 Raperda Ditetapkan, 10 Masuk Fasilitasi Pemprov
Sebanyak 31 Raperda masuk Propemperda Sumenep 2026; 10 di antaranya sedang difasilitasi Pemprov Jatim untuk...
PDI Perjuangan Minta KUA-PPAS Jember Diputuskan Segera
Fraksi PDI Perjuangan minta KUA-PPAS Jember 2027 diputuskan segera agar pembahasan anggaran tak terganggu po...
Puan Desak Pemerintah Cepat Tangani Dampak Gempa NTT
Puan Maharani mendesak percepatan pendataan dan bantuan pascagempa M7,7 yang mengguncang NTT agar kebutuhan...