Nasional

BPJT Perkuat Pengawasan ODOL lewat WIM Terintegrasi ETLE

Bagikan:
Alat WIM terpasang di jalan tol untuk pengawasan ODOL dan integrasi ETLE

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memperketat pengawasan kendaraan overdimension dan overload (ODOL) dengan memperluas penggunaan Weight in Motion (WIM) yang kini terintegrasi dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kebijakan ini dipaparkan Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati saat Rapat Dengar Pendapat Panja Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.

Data pelanggaran ODOL di jalan tol

Komang menyatakan pelanggaran ODOL telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Ia menyoroti data WIM tahun 2025 yang menunjukkan rata-rata pelanggaran mencapai 17,62 persen pada ruas tol yang dikelola oleh perusahaan pengelola jalan tol utama.

Berdasarkan data WIM tahun 2025 tingkat pelanggaran ODOL di jalan tol sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Di ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga rata-rata pelanggaran mencapai 17,62 persen

Strategi pengendalian ODOL

BPJT bersama Direktorat Jenderal Bina Marga menetapkan tiga fokus utama pengendalian ODOL. Langkah ini dimaksudkan untuk memperlambat kerusakan perkerasan jalan dan menekan risiko kecelakaan.

  • Percepatan pemasangan WIM untuk deteksi muatan dan berat kendaraan secara real-time.
  • Penguatan pendataan digital agar pelanggaran tercatat dan dapat ditindak secara sistemik.
  • Peningkatan koordinasi lintas instansi untuk penegakan hukum dan pengaturan muatan angkutan barang.

Pemasangan WIM saat ini dan rencana penambahan

Menurut Komang, hingga kini telah terpasang 47 unit WIM di jaringan jalan tol nasional. Sebagian besar unit ditempatkan sebelum gerbang tol untuk menangkap muatan kendaraan sebelum memasuki koridor tol.

Lokasi Pemasangan Jumlah Unit
Sebelum gerbang tol 38
Jalur utama (pengawasan menyeluruh) 9
Total terpasang 47

BPJT bersama badan usaha jalan tol (BUJT) juga menyiapkan penambahan titik WIM. Rencana meliputi lima titik baru di koridor Jalan Tol Sumatra dan sebelas titik tambahan di Pulau Jawa.

Dampak yang diharapkan

Komang menegaskan penguatan pengawasan melalui WIM terintegrasi ETLE diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna tol. Selain itu, langkah ini bertujuan memperpanjang umur layanan infrastruktur dan mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui pengendalian muatan berlebih yang lebih terkoordinasi.

Dengan langkah-langkah teknis dan koordinatif ini, BPJT berharap penurunan angka pelanggaran ODOL dan pengurangan laju kerusakan jalan tol dalam jangka menengah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait