Pemerintah Diminta Bongkar Mafia Pupuk Subsidi sampai Akar
Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan mendesak pemerintah membongkar mafia pupuk subsidi secara menyeluruh setelah Kementan mencabut 2.231 izin pengecer dan distributor bermasalah. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026, sebagai respons atas temuan pelanggaran harga eceran tertinggi (HET).
Tekanan politik dan alasan pembongkaran
Johan menilai langkah pencabutan izin tidak cukup jika aktor utama yang mengendalikan distribusi tidak disentuh. Ia menekankan bahwa penyimpangan distribusi pupuk bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman bagi ketahanan pangan.
“Jangan sampai yang dikorbankan hanya pengecer kecil di lapangan. Sementara aktor besar yang mengendalikan distribusi dan permainan harga justru tidak tersentuh, mafia pupuk harus dibongkar sampai ke akar,”
Langkah Kementan dan pernyataan Menteri
Kementan mencabut izin 2.231 pengecer dan distributor pupuk subsidi yang terbukti melanggar ketentuan HET. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pencabutan itu bagian dari upaya memperbaiki sistem distribusi agar pupuk tersalurkan kepada petani yang berhak.
“Sistemnya juga harus dibersihkan, karena itu kami benahi distribusinya, kami sederhanakan tata kelolanya. Kami perkuat pengawasannya dan kami cabut izin pihak-pihak yang merugikan petani,”
Data penindakan dan dampak ekonomi
Sepanjang 2024–2026, Satgas Pangan Polri menangani sejumlah kasus mafia pangan yang berdampak pada pasokan dan harga komoditas. Pengungkapan praktik peredaran pupuk palsu juga menyebabkan kerugian besar bagi petani.
| Periode | Jenis Kasus | Jumlah Kasus |
|---|---|---|
| 2024–2026 | Beras | 46 |
| 2024–2026 | Minyak goreng | 16 |
| 2024–2026 | Pupuk | 27 |
| 2024–2026 | Internal | 3 |
| Total kasus | 92 | |
Dari pengungkapan itu, 77 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Pemerintah juga mencatat kerugian akibat peredaran pupuk palsu mencapai sekitar Rp3,2–3,3 triliun, termasuk gagal panen pada petani.
Rekomendasi audit dan digitalisasi
Johan mendorong audit menyeluruh terhadap tata niaga pupuk subsidi, mencakup sistem distribusi, data penerima, dan pengawasan di daerah. Ia menganggap digitalisasi distribusi sebagai solusi penting agar alur pengawasan transparan dan akuntabel.
“Digitalisasi distribusi pupuk harus dipercepat agar rantai pengawasan menjadi lebih transparan dan akuntabel. Subsidi pupuk itu uang rakyat, negara tidak boleh kalah oleh mafia yang mencari keuntungan di atas penderitaan petani,”
Langkah yang diusulkan meliputi:
- Audit tata niaga pupuk secara menyeluruh.
- Percepatan digitalisasi alur distribusi dan data penerima subsidi.
- Penguatan pengawasan daerah dan penegakan hukum terhadap aktor besar.
Penutup: penindakan plus reformasi sistem
Kasus pencabutan izin dan penindakan merupakan bagian dari upaya membersihkan rantai distribusi pupuk. Namun, Komisi IV dan Kementan sepakat bahwa penegakan hukum harus disertai reformasi sistem agar subsidi pupuk benar-benar mencapai petani kecil dan ketahanan pangan tetap terjaga.
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tetap Stabil
Pemerintah memastikan harga beras SPHP tetap stabil meski dolar menguat; harga, kualitas, dan batas pembelia...
26 Mei 2026: Hari Arafah, Hari Rambut Merah, dan Kemerdekaan Georgia
26 Mei 2026 menampung beberapa peringatan penting: Hari Rambut Merah, Hari Kemerdekaan Georgia, dan Hari Ara...
Cara Memilih Hewan Kurban Sehat dan Sesuai Syariat
Panduan memilih hewan kurban sehat dan sesuai syariat: cek usia, tanda fisik, dan SKKH agar daging aman diko...
Revisi UU Polri Perkuat Peran Kompolnas, DPR Bentuk Panja
DPR dan pemerintah sepakat revisi UU Polri 2002 perlu memperkuat Kompolnas, pengawasan, dan profesionalisme...
Daftar Anggota Panja dan Tujuh Pokok Perubahan RUU Polri
Komisi III DPR membentuk panja RUU Polri pada 25 Mei 2026 untuk membahas tujuh poin pokok perubahan yang men...
Download SPTJM dan Cara Daftar Prapendaftaran SPMB DKI 2026
Prapendaftaran SPMB DKI 2026 (SMP/SMA/SMK) buka 19 Mei–10 Juni; unduh SPTJM di laman resmi dan unggah setela...