BNPT: Stabilitas Keamanan Prasyarat Pembangunan Nasional
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Fokus anggaran BNPT 2027 dan arah kebijakan
Eddy mengatakan alokasi anggaran BNPT pada 2027 akan difokuskan pada implementasi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
Menurutnya, implementasi RAN PE diarahkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan ketahanan nasional terhadap ancaman ekstremisme berbasis kekerasan.
Prioritas program RAN PE
BNPT merinci beberapa fokus utama pelaksanaan RAN PE sebagai berikut:
- Peningkatan ketahanan masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan.
- Penguatan program deradikalisasi untuk mencegah kekambuhan.
- Peningkatan koordinasi dan sinergi antarkementerian dan lembaga.
- Optimalisasi kerja sama internasional menghadapi ancaman transnasional.
Eddy menegaskan bahwa langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas keamanan yang menjadi fondasi pembangunan nasional.
"Dibutuhkan stabilitas keamanan nasional yang merupakan prasyarat utama. Dalam pembangunan nasional," kata Eddy, Senin, 22 Juni 2026.
Dukungan DPR dan penekanan pada pencegahan
Anggota Komisi XIII DPR RI Anwar Sadad menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah BNPT, khususnya pendekatan pencegahan. Ia menilai pencegahan perlu mendapat porsi lebih besar dibanding penindakan semata.
"Pencegahan tidak kalah penting untuk menjadi ujung tombak. Karena pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan," ujarnya.
Dalam rapat kerja, Komisi XIII juga mendorong BNPT mengalokasikan anggaran yang memprioritaskan program pemberdayaan masyarakat sipil. Langkah ini dimaksudkan sebagai bagian integral strategi pencegahan dan penanggulangan terorisme sesuai tugas BNPT.
Implikasi bagi pembangunan dan langkah selanjutnya
BNPT menempatkan stabilitas keamanan sebagai prasyarat agar program pembangunan nasional berjalan lancar dan menarik investasi. Dengan penguatan RAN PE, pemerintah berharap ketahanan sosial dan kemampuan merespons ancaman ekstremisme meningkat.
Ke depan, efektivitas kebijakan akan bergantung pada implementasi lapangan, sinergi antarinstansi, dan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...