Nasional

BNPB: 31 Gempa Susulan, 4 Berkekuatan di Atas Magnitudo 5 di NTT

Bagikan:
Evakuasi dan kerusakan infrastruktur akibat gempa di Nusa Tenggara Timur

BNPB mencatat 31 gempa susulan pascagempa utama Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Data hingga Sabtu, 15 Agustus 2026, menunjukkan empat gempa susulan berkekuatan antara Magnitudo 5,5 hingga 6,2.

Rincian gempa utama dan susulan

Gempa utama tercatat terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan pusat di laut pada kedalaman 15 kilometer, berkoordinat 8,41 LS dan 121,39 BT. BNPB menyebut mayoritas gempa susulan terjadi pada jam-jam awal pascagempa utama.

“BMKG sudah memberikan informasi bahwa sampai pukul 15.00 hari ini, itu sudah terjadi 31 kali gempa susulan yang signifikan. Yang magnitudo-nya besar, ini ada paling tidak tercatat ada 4,”

Selain itu, BNPB melaporkan bahwa keempat gempa susulan berskala besar terjadi seluruhnya sebelum pukul 07.00 WIB.

“Bahwa sejak pukul 07.00 pagi sampai sekarang sudah tidak ada lagi gempa-gempa yang magnitudo-nya besar,”

Korban jiwa dan pengungsi

Berdasarkan pendataan hingga pukul 15.00 WIB, BNPB mencatat 38 orang meninggal dunia akibat peristiwa ini. Selain itu tercatat 2 orang luka berat dan 11 orang luka ringan.

  • Sekitar 2.000 warga mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang wilayah terdampak.
  • Data korban dan kerusakan masih terus diperbarui karena proses pendataan di lapangan berlangsung.

Kerusakan infrastruktur dan akses

BNPB melaporkan kerusakan material yang meliputi puluhan rumah dan fasilitas publik. Beberapa fasilitas pelayanan dan transportasi terdampak cukup parah.

  • Sejumlah puskesmas mengalami kerusakan.
  • Lima gedung terminal bandara rusak.
  • Dua pelabuhan juga dilaporkan terdampak.
  • Beberapa jalan tertutup longsor sehingga menghambat akses darat.

Respons darurat dan logistik

Pemerintah bersama BNPB dan instansi terkait akan mengaktifkan Posko Penanggulangan Bencana untuk mempercepat respons. Tim gabungan telah diprioritaskan untuk pencarian dan pertolongan terhadap warga yang membutuhkan bantuan.

BNPB menyiapkan dukungan udara dan logistik. Rinciannya meliputi dua helikopter serta satu pesawat Karavan untuk evakuasi dan pengiriman bantuan. Pemerintah juga menjadwalkan pengiriman 50.000 paket sembako sebagai kebutuhan awal masyarakat terdampak.

Prognosis dan langkah berikutnya

Pendataan korban dan kerusakan akan terus diperbarui seiring tim lapangan menyelesaikan verifikasi. Prioritas saat ini adalah pemulihan jalur transportasi, distribusi logistik, dan pertolongan medis bagi korban.

Koordinasi lintas kementerian dan lembaga diharapkan mempercepat penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur daerah terdampak.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait