BNN Tangkap 10 Penumpang Positif Narkoba di Soekarno-Hatta
BNN menangkap 10 penumpang yang dinyatakan positif narkoba setelah pemeriksaan kedatangan dari Bangkok, Rabu, 10 Juni 2026, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Tindakan ini merupakan bagian pengembangan kasus terkait dua warga negara Rusia dan dilakukan dalam sekuens 'Sapu Bersih Narkotika'.
Pengungkapan di Bandara Soekarno-Hatta
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan tim memantau penerbangan dari Bangkok dan menindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap sejumlah penumpang. Dari 14 warga negara Indonesia yang diperiksa, sepuluh orang menunjukkan hasil positif dalam tes urine.
Tim memantau kedatangan penerbangan dari Bangkok. Petugas mengidentifikasi 14 penumpang WNI untuk pemeriksaan
Temuan barang bukti dan pemeriksaan laboratorium
Selain hasil tes urine, petugas menemukan serbuk yang diduga ketamin seberat 22 gram di dalam koper salah seorang penumpang. Meski ketamin bukan termasuk golongan narkotika, BNN tetap mendalami temuan tersebut dan mengirimkan sampel untuk uji laboratorium.
Proses laboratorium akan menentukan kandungan dan status hukum barang temuan itu. Langkah ini penting untuk menentukan apakah akan ada pengembangan perkara pidana atau tindak lanjut administratif.
Status hukum dan program rehabilitasi
Hasil asesmen BNN menyatakan sepuluh penumpang masuk kategori penyalah guna ringan. Sebagai konsekuensi, mereka tidak langsung ditahan, melainkan diwajibkan mengikuti program rehabilitasi rawat jalan dan menjalani kewajiban wajib lapor kepada petugas.
Para penyalah guna dipulangkan dengan ketentuan mengikuti program rehabilitasi dan wajib lapor
Bantahan terkait kabar tokoh publik
Di tengah penindakan, beredar kabar yang mengaitkan penangkapan dengan calon ketua umum organisasi mahasiswa. BNN membantah informasi tersebut dan menegaskan tidak ada kaitan antara penangkapan dengan tokoh atau rombongan yang disebutkan di media sosial.
Kami memastikan penangkapan tersebut tidak terkait Caketum Hipmi maupun rombongannya
Kasus ini masih berlanjut ke tahap pemeriksaan laboratorium dan administrasi rehabilitasi. BNN menyatakan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut sesuai hasil pemeriksaan laboratorium dan proses asesmen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kementerian PU Genjot Rekonstruksi 47 Jembatan Pascabencana di Sumatra
Kementerian PU mempercepat rekonstruksi permanen 47 jembatan di Aceh, Sumut, dan Sumbar setelah akses darura...
Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan Inovasi Kesejahteraan Sosial
Mensos Saifullah Yusuf minta DNIKS perkuat data dan inovasi pada HUT ke-59 untuk percepat pencapaian SDGs da...
DPR Kecam Pengeroyokan di Bali: Jangan Main Hakim Sendiri
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati kecam pengeroyokan di Tabanan yang menewaskan pria; minta kasus diselesaikan le...
Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Mitigasi Kekeringan 2026
Kementan menyiapkan 56 ribu pompa air di 2026 untuk mitigasi kekeringan dan menjaga pasokan air di lahan saw...
Kemensos Salurkan Bansos Rp390 Miliar untuk Warga Lampung
Kemensos menyalurkan bansos Rp390,27 miliar di Lampung pada 25 Juli 2026 untuk kebutuhan dasar dan pemberday...
Lemonilo Ajak Anak Indonesia Berani Bermimpi
Co-Founder Lemonilo mengajak anak Indonesia bermimpi tinggi dan memperkuat komitmen perusahaan untuk dukung...