Lokal

BMKG Imbau Siaga Jelang Puncak Musim Hujan Sumut Nov–Des 2026

Bagikan:
Ilustrasi banjir dan kesiapsiagaan menjelang musim hujan di Sumatera Utara

MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta pemerintah daerah dan masyarakat di Sumatera Utara meningkatkan kesiapsiagaan menjelang puncak musim hujan yang diprakirakan berlangsung pada November hingga Desember 2026.

Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I, Dr. Hendro Nugroho, menyampaikan pada Rabu (21/10) bahwa seluruh wilayah Sumatera Utara telah memasuki awal musim hujan. Meski durasinya diperkirakan lebih pendek dari normal, potensi banjir dan genangan tetap perlu diwaspadai.

Prakiraan waktu dan durasi hujan

BMKG memprakirakan puncak musim hujan terjadi pada November–Desember 2026. Dalam kondisi normal, musim hujan berlangsung sekitar empat bulan. Namun untuk periode ini, BMKG memperkirakan durasi sekitar tiga sampai tiga setengah bulan.

Peralihan waktu musim hujan diperkirakan bergeser sekitar dua hingga tiga dasarian atau 20–30 hari. Curah hujan secara spasial diprakirakan normal, tetapi intensitasnya cenderung terkonsentrasi dalam rentang waktu lebih singkat.

Kebutuhan kesiapan infrastruktur

Hendro menegaskan pentingnya memastikan kondisi saluran drainase, sungai, dan jaringan irigasi agar mampu menampung dan mengalirkan debit air saat hujan deras. Kesiapan ini dianggap krusial untuk mengurangi risiko genangan dan banjir.

"Saluran air, sungai, irigasi harus disiapkan dengan baik. Apakah pada saat hujan bisa menampung debit air dan mengalirkannya? Itu harus dipersiapkan,"

BMKG juga mendorong pemerintah daerah untuk mengecek kesiapan sistem penanganan bencana dan melakukan pembersihan titik-titik drainase yang tersumbat.

Koordinasi dan pemantauan

BMKG akan terus memperbarui informasi cuaca dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kalau ada cuaca ekstrem, mohon dipantau oleh seluruh pemangku kepentingan, baik BPBD, pemerintah daerah, dinas terkait maupun masyarakat,"

Hendro menekankan bahwa informasi peringatan dini harus diikuti tindakan nyata. "Informasi yang disampaikan BMKG mohon dapat dipahami dan ditindaklanjuti dengan aksi," ujarnya.

Saran bagi masyarakat

  • Rutin memantau informasi cuaca resmi melalui laman BMKG dan kanal pemerintah daerah.
  • Bersihkan selokan dan saluran air di lingkungan setempat untuk mencegah sumbatan.
  • Siapkan rencana evakuasi untuk keluarga, terutama bagi warga di wilayah rawan banjir.
  • Ikuti arahan petugas BPBD dan aparat setempat bila muncul peringatan cuaca ekstrem.

Dengan puncak musim hujan yang diperkirakan dalam dua bulan mendatang, kesiapan infrastruktur, koordinasi antarlembaga, dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait