Lokal

Aceh Besar Luncurkan Beut Kitab Bak Sikula, Jangkau 29 Ribu Siswa

Bagikan:
Peluncuran dan peusijuek guru Beut Kitab Bak Sikula di Gedung Dekranasda Aceh Besar

Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar resmi menerapkan program Beut Kitab Bak Sikula pada Kamis (18/6) di halaman Gedung Dekranasda Aceh Besar. Program ini menghadirkan ratusan guru dari tradisi dayah untuk mengajar kitab di SD dan SMP, menargetkan sekitar 29 ribu siswa di wilayah tersebut.

Peluncuran dan prosesi peusijuek

Acara peluncuran dimulai dengan prosesi peusijuek dan penyerahan guru secara resmi. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Syukri A. Jalil, Sekda Bahrul Jamil, unsur Forkopimda, kepala OPD, pimpinan dayah, alim ulama, serta kepala sekolah.

Ketua panitia, Tgk Munawar, menjelaskan bahwa seluruh guru telah melalui seleksi terbuka dan bimbingan teknis sebelum ditempatkan.

"Seluruh tahapan mulai dari seleksi terbuka, bimbingan teknis hingga hari ini dilakukan prosesi peusijuek. Hari ini para guru resmi kami serahkan kepada kepala sekolah untuk menjalankan tugas di satuan pendidikan masing-masing," kata Tgk Munawar.

Tujuan dan cakupan program

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari visi pembangunan karakter daerah.

"Program ini adalah salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Kami meyakini bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak dan pemahaman agama generasi mudanya," ujar Syech Muharram.

Program bertujuan memperkuat pengajaran fardu 'ain dan dasar-dasar agama secara terstruktur di lingkungan sekolah. Target peserta adalah siswa SD dan SMP di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Besar.

Pesan untuk guru dan sekolah

Bupati meminta guru Beut Kitab Bak Sikula menjadi teladan dalam perilaku dan etika. Ia menekankan pentingnya disiplin serta larangan membawa kebiasaan buruk ke lingkungan sekolah.

"Guru harus menjadi contoh yang baik bagi siswa. Jaga etika, disiplin, dan perilaku sehari-hari. Kebiasaan yang kurang baik jangan dibawa ke lingkungan sekolah," tegasnya.

Syech Muharram juga meminta kepala sekolah memberikan dukungan penuh agar proses pembelajaran berjalan efektif. Ia mengarahkan agar pembelajaran kitab ditempatkan pada jam pertama atau kedua supaya siswa dalam kondisi terbaik saat menerima materi.

Dukungan ulama dan harapan ke depan

Kegiatan turut diisi tausiah oleh Tgk H. Athailah (Abu Ulee Titi) yang mengajak semua elemen masyarakat memperkuat pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan karakter.

Panitia berharap guru dapat beradaptasi di sekolah umum dan mendapat dukungan dari orang tua, sekolah, serta pemerintah agar tujuan program tercapai. Pemerintah daerah menilai sinergi antara pendidikan formal dan tradisi dayah sebagai langkah strategis untuk membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Beut Kitab Bak Sikula ditetapkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang Kabupaten Aceh Besar untuk menggabungkan pencapaian akademik dengan penguatan spiritual dan karakter peserta didik.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait