Aktivitas Pelanggan Angke dan Ancol Capai 3,6 Juta pada Semester I 2026
Stasiun Angke dan Stasiun Ancol mencatat total sekitar 3,6 juta pergerakan pelanggan pada Semester I 2026, memperkuat peran kereta sebagai penghubung menuju kawasan Kepulauan Seribu. Data itu dirilis oleh PT Kereta Api Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2026.
Rincian angka penumpang
Stasiun Angke melayani 3.089.576 aktivitas pelanggan selama enam bulan pertama 2026. Angka tersebut terdiri dari gate in dan gate out yang hampir seimbang. Sementara itu, Stasiun Ancol melayani 550.289 pelanggan pada periode yang sama.
- Stasiun Angke: 1.505.477 gate in dan 1.584.099 gate out.
- Stasiun Ancol: 295.180 gate in dan 255.109 gate out.
Aktivitas Stasiun Ancol pada Semester I 2026 mencapai sekitar 53,4 persen dari total pergerakan sepanjang 2025 yang tercatat 1.030.402.
Jarak stasiun ke titik penyeberangan
Jarak fisik turut mendukung integrasi moda. Stasiun Angke berada sekitar 7–8 kilometer dari Pelabuhan Kali Adem di Muara Angke. Sedangkan Stasiun Ancol terletak sekitar 2–3 kilometer dari titik penyeberangan kawasan wisata Marina Ancol.
Integrasi antarmoda dan perluasan jangkauan
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, menjelaskan bahwa kereta dapat menjadi bagian awal perjalanan bagi warga dari berbagai wilayah menuju pelabuhan dan selanjutnya menggunakan angkutan laut.
"Kepulauan Seribu berada di wilayah Jakarta, tetapi karakter geografisnya membuat perjalanan masyarakat membutuhkan perpindahan moda. Kereta api dapat mengambil peran pada perjalanan dari berbagai wilayah menuju kawasan Jakarta, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan transportasi perkotaan menuju pelabuhan dan selanjutnya menggunakan angkutan laut," ujar Anne.
Anne menambahkan bahwa Commuter Line membantu memperluas jangkauan masyarakat ke wilayah pesisir. Pada 2025, aktivitas penumpang Stasiun Angke meningkat sekitar 7,37 persen menjadi 5.927.071 pergerakan pelanggan.
Dampak ekonomi dan rencana pengelolaan transportasi laut
Anne menekankan bahwa kemudahan mobilitas akan berdampak positif pada perekonomian kawasan pesisir yang memiliki lebih dari 110 pulau wisata. Integrasi moda memberi masyarakat lebih banyak pilihan perjalanan dan membuka potensi ekonomi kepulauan.
"Semakin banyak pilihan transportasi publik menuju titik penyeberangan, semakin luas pula masyarakat yang dapat menjangkau Kepulauan Seribu. Bagi kami, konektivitas berarti perjalanan masyarakat dibuat semakin mudah dari titik awal sampai tujuan akhir," kata Anne.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengalihkan pengelolaan transportasi laut kepada PT Transportasi Jakarta pada 2027. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya akses transportasi yang setara bagi seluruh warga.
"Rel dapat menjadi awal perjalanan menuju laut. Dari berbagai wilayah Jabodetabek, masyarakat dapat menggunakan Commuter Line, melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan, kemudian menyeberang menikmati Kepulauan Seribu. Semakin terhubung transportasinya, semakin dekat pula masyarakat dengan berbagai wilayah dan potensi yang dimiliki Jakarta," ujar Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Prospek ke depan
Dengan angka pergerakan penumpang yang meningkat, upaya integrasi antara kereta, transportasi perkotaan, dan angkutan laut dipandang penting untuk memperluas akses ke Kepulauan Seribu serta memperkuat ekonomi lokal. Monitoring dan pengembangan titik penyeberangan akan menentukan seberapa efektif konektivitas tersebut berjalan ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BEI Luncurkan ETF Emas sebagai Alternatif Investasi
BEI meluncurkan ETF Emas pada 10 Agustus 2026 sebagai alternatif investasi yang likuid, syariah-compliant, d...
PM Tailan Kunjungi Permata Bank, Dorong Penguatan Ekonomi ASEAN
PM Tailan Anutin Charnvirakul kunjungi Permata Bank pada 4 Agustus 2026 untuk dorong kerja sama ekonomi dan...
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Teknologi Persinyalan Kereta
Indonesia dan Jepang menandatangani HoA kerja sama teknologi persinyalan kereta untuk MRT Jakarta Fase 3, di...
Rupiah Menguat 0,42% ke Rp17.822, Didukung NFP dan Arus Modal
Rupiah menguat 0,42% ke Rp17.822 pada 10 Agustus 2026, terdorong data NFP AS yang melemah dan arus modal asi...
Awal Pekan: Harga Emas Antam Stabil, Buyback Tak Berubah
Harga emas Antam stabil pada Senin, 10 Agustus 2026; harga jual dan nilai buyback tak berubah setelah koreks...
PT Ekosistem Ternak Borneo Kembangkan Ekonomi Gotong Royong Telur Omega
PT Ekosistem Ternak Borneo kembangkan kemitraan peternak untuk industri telur omega dengan pasokan pakan, pe...