Wamenkes: Indonesia Perlu Perkuat Pemberantasan TB
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus menegaskan pemerintah akan memperkuat upaya pemberantasan tuberkulosis (TB) melalui penguatan koordinasi lintas sektor untuk percepatan penemuan kasus dan penanganan pasien. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Senin, 10 Agustus 2026, menyusul tingginya angka kasus TB di Indonesia.
Posisi Indonesia dalam kasus TB
Benjamin menyatakan Indonesia berada di posisi kedua dunia berdasarkan jumlah kasus TB tercatat. Namun, jika dihitung per 100.000 penduduk, negara ini menempati peringkat pertama di dunia untuk angka kejadian TB.
“Karena Indonesia ini nomor dua di dunia kasus TB di dunia. Kalau per seratus ribu penduduk, kita nomor satu di dunia,”
Peran pribadi dan perintah presiden
Menurut Benjamin, Presiden meminta dirinya terlibat langsung dalam penanganan TB karena ia berlatar belakang dokter paru. Sebagai tindak lanjut, Benjamin mengatakan ia sudah berkeliling ke 21 provinsi untuk memberi edukasi kepada pemerintah daerah tentang pentingnya pengendalian TB.
“Presiden panggil saya karena saya ahli paru. ‘Dok Benny, kamu kan ahli paru, kamu beresin’. Saya sudah keliling 21 provinsi menjelaskan semua ini, baik ke gubernur, bupati, kepala dinas,”
Koordinasi lintas sektor dan daerah
Wamenkes menekankan bahwa Kementerian Kesehatan tidak bisa menangani masalah ini sendiri mengingat cakupan populasi yang besar. Ia menyebut negara harus memastikan layanan deteksi dan pengobatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Benjamin mencontohkan beberapa daerah yang sudah dikunjungi, antara lain Riau, Jawa Tengah, dan Blora, sebagai bagian dari upaya meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah.
“Karena Kementerian Kesehatan tidak bisa kerja sendiri. Yang diurus hampir 289 juta orang,”
Tujuan kolaborasi dan langkah ke depan
Menurut Wamenkes, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah penting untuk mempercepat penanganan serta pencegahan TB. Sinergi ini dinilai krusial agar program pemberantasan TB berjalan optimal dan menjangkau masyarakat luas.
Upaya yang dijalankan meliputi penguatan koordinasi, edukasi kepada pemimpin daerah, serta percepatan penemuan kasus agar pengobatan dapat segera diberikan.
Dengan penekanan pada kolaborasi dan intervensi terpadu, pemerintah berharap angka penularan dan kematian akibat TB di Indonesia dapat ditekan secara bertahap.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...