Ekonomi

Bengkel Z-Auto Bogor Raup Omzet Rp7–10 Juta Per Bulan

Bagikan:
Bengkel Z-Auto Salabenda Bogor dengan mekanik bekerja di area servis

BAZNAS mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui Program Z-Auto, yang menghasilkan peningkatan omzet signifikan pada salah satu bengkel binaan di Salabenda, Kota Bogor. Monitoring berkala menunjukkan bengkel itu membukukan Rp7 juta hingga Rp10 juta per bulan berkat pendampingan dan manajemen keuangan yang disiplin.

Omzet dan hasil monitoring

Tim pendamping BAZNAS melakukan pemantauan rutin untuk mengukur perkembangan usaha. Selain mengecek omzet, tim juga memberikan edukasi agar pendapatan dikelola untuk pengembangan modal dan stabilitas usaha. Hasil pemantauan menunjukkan peningkatan pendapatan yang konsisten selama beberapa bulan terakhir.

Strategi pengelolaan keuangan pemilik

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menyatakan keberhasilan ini tak lepas dari disiplin pemilik bengkel dalam mengatur arus kas.

"Inovasi manajemen keuangan yang disiplin dari pemilik bengkel ini membuktikan bahwa edukasi literasi finansial BAZNAS mampu mengubah pola pikir pelaku usaha hingga berhasil melipatgandakan omzet secara berkelanjutan," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Idy, pemilik bengkel secara rutin menyisihkan pendapatan ke dalam enam kelompok arisan. Cara ini menjadi strategi likuiditas dan modal bergulir yang memperkuat ketahanan finansial usaha mikro.

Respon penerima manfaat

Penerima manfaat Program Z-Auto, Angga, mengapresiasi bantuan modal dan pembinaan yang diberikan. Ia menilai pendampingan yang terfokus pada literasi keuangan sangat membantu pengambilan keputusan bisnis sehari-hari.

"Saya sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan modal dan pendampingan finansial yang diberikan, sehingga bengkel saya kini bisa berkembang pesat dan menghasilkan omzet Rp7 hingga Rp10 juta setiap bulannya," ujar Angga.

Potensi replikasi dan prospek

BAZNAS melihat pencapaian Bengkel Z-Auto di Bogor sebagai contoh yang bisa direplikasi di daerah lain. Targetnya, model pemberdayaan berbasis zakat ini memperbanyak pelaku usaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan mustahik di berbagai wilayah.

Dengan kombinasi modal, pembinaan teknis, dan penguatan manajemen keuangan, program diharapkan memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM berbasis zakat serta membuka peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat kurang mampu.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait