Nasional

Mensos dan MenPKP Percepat Bedah Rumah Sekolah Rakyat

Bagikan:
Mensos dan MenPKP bahas percepatan renovasi rumah untuk orang tua siswa Sekolah Rakyat di Jakarta

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait sepakat mempercepat program renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Kesepakatan dicapai di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Senin malam 20 Juli 2026, sebagai tindak lanjut prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Target dan capaian sementara

Gus Ipul menyampaikan pemerintah menargetkan perbaikan 10.000 rumah orang tua peserta Sekolah Rakyat pada tahun ini. Dari sekitar 2.000 rumah yang telah diverifikasi, 911 rumah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk direnovasi.

Target 2026 Sudah Diverifikasi Memenuhi Syarat
10.000 rumah ~2.000 rumah 911 rumah

Kendala pelaksanaan dan usulan solusi

Menurut Gus Ipul, dua kendala utama menahan percepatan program: status kepemilikan tanah dan syarat jumlah penerima manfaat per desa. Kondisi ini membuat calon penerima di beberapa desa tidak memenuhi ketentuan meski membutuhkan bantuan.

"Pertama, yang dominan ini ya, terkait kepemilikan tanah. Yang kedua karena dia tercecer, hanya satu desa, satu orang, satu keluarga, satu penerima manfaat.

Padahal dalam ketentuannya itu kan harus beberapa penerima manfaat di satu desa,"

Untuk mengatasi masalah bukti kepemilikan, Gus Ipul mengusulkan agar bukti bisa menggunakan surat keterangan dari RT, RW, atau kelurahan setempat. Ia juga menyarankan agar syarat jumlah minimal penerima manfaat per desa disesuaikan agar penjangkauan lebih efektif.

"Anaknya sekolah, orang tuanya diintervensi dengan berbagai program strategis Pak Presiden, pemberdayaan, Penerima Bantuan Iuran (PBI), salah satunya juga adalah renovasi rumah,"

Dukungan Kementerian PKP dan langkah berikutnya

Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan dukungan penuh terhadap usulan Kemensos dan berkomitmen menindaklanjuti percepatan pelaksanaan. Ia menegaskan program Sekolah Rakyat sebagai program unggulan Presiden dan akan mendapat prioritas koordinasi antar kementerian.

"Karena arahan Presiden itu Sekolah Rakyat adalah program unggulan, dan strategis dari Bapak Presiden Prabowo, dan saya pasti mendukung,"

Kedua kementerian sepakat memperkuat koordinasi teknis untuk memastikan program berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Langkah konkret yang disiapkan meliputi perubahan tata kelola verifikasi, penyesuaian persyaratan dokumen, dan pemetaan ulang desa sasaran.

Percepatan ini diharapkan mempercepat manfaat langsung ke keluarga penerima dan mendukung tujuan pengentasan kemiskinan melalui integrasi layanan sosial dan perumahan. Implementasi rinci dan jadwal realisasi akan diumumkan setelah finalisasi prosedur antar-kementerian.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait