Barantin Ancam Tunda Ekspor Perusahaan Tak Penuhi Standar ke Tiongkok
Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengancam akan menunda atau mensuspend ekspor perusahaan yang tidak memenuhi standar internasional, terutama untuk sarang burung walet tujuan Tiongkok. Pernyataan disampaikan Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 26 Juli 2026. Ancaman itu dimaksudkan untuk mendorong perbaikan tata kelola setelah hasil audit dari otoritas karantina Tiongkok menunjukkan banyak ketidaksesuaian.
Ancaman penundaan ekspor dan alasan
Karding menegaskan Barantin lebih memilih menghentikan izin ekspor di dalam negeri daripada menunggu pembekuan dari otoritas Tiongkok. Langkah ini dianggap perlu untuk menjaga hubungan diplomatik dan kepercayaan pasar. Ia meminta perusahaan melakukan perbaikan segera agar produk tetap bisa masuk pasar tujuan.
Tetapi kalau tidak ada kerja sama dari perusahaan terkait, itu pasti sulit
Ya jangan di-ACC, akan kami perbaiki di sini. Mungkin saya berharap lebih baik saya yang mensuspend di sini daripada mereka yang mensuspend, karena ini soal hubungan antarnegara
Temuan audit GACC
General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) mengeluarkan hasil audit yang menurut Karding masih menunjukkan banyak temuan. Temuan ini mencakup aspek kesehatan produk dan standar karantina yang belum terpenuhi. Barantin menilai laporan tersebut sebagai masukan penting untuk memperbaiki sistem nasional.
Tadi di pertemuan terakhir, mereka menyampaikan hasil audit mereka. Kabarnya masih banyak temuan-temuan
Temuan utama yang perlu diperbaiki meliputi:
- Pengawasan internal perusahaan
- Kesehatan dan keamanan produk
- Ketertelusuran rantai pasok
- Sarana prasarana yang belum sesuai standar internasional
Fokus khusus: sarang burung walet
Sarang burung walet menjadi perhatian utama Barantin karena Indonesia merupakan salah satu pemasok utama ke Tiongkok. Industri ini menyerap banyak tenaga kerja dan menghasilkan devisa signifikan. Karena itu, perbaikan tata kelola dan pembangunan ekosistem menjadi prioritas.
Sehingga nanti sesuai dengan standar-standar yang diharapkan oleh GACC. Karena untuk masuk ke standar mereka ini memang sangat ketat dengan parameter yang detail dan sangat teliti, sehingga memang butuh kerja keras untuk kita serta konsisten
Tindak lanjut dan implikasi
Barantin berencana menindaklanjuti seluruh rekomendasi audit secara cepat, transparan, dan terukur. Bentuknya meliputi perbaikan tata kelola, peningkatan pengawasan, dan pendampingan teknis kepada perusahaan eksportir. Tujuannya adalah menjaga kepercayaan pasar Tiongkok sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Kepercayaan pasar internasional merupakan aset yang harus dijaga bersama. Karena itu, Barantin akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil audit secara cepat, transparan dan terukur agar produk Indonesia tetap memenuhi persyaratan negara tujuan serta semakin berdaya saing di pasar global
Jika perusahaan tidak kooperatif, Barantin tidak segan menunda izin ekspor sampai standar dipenuhi. Keputusan ini diposisikan sebagai upaya protektif untuk menghindari sanksi dari negara tujuan dan mempertahankan akses pasar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowonomics: Dorong Kemandirian Ekonomi Nasional
Prabowonomics, gagasan Presiden Prabowo berbasis UUD 1945, diusung untuk mendorong kemandirian ekonomi dan p...
PRO AVL Indonesia 2026: 60 Merek Global Ramaikan NICE PIK 2
PRO AVL Indonesia 2026 digelar 28–31 Juli di NICE PIK 2 Tangerang, menampilkan 60 merek dari 12 negara dan b...
Menkop Dorong MES Jadi Penggerak Ekonomi Syariah Riil
Menkop minta MES beralih dari literasi ke penguatan sektor riil, dengan pilot di Jawa Barat dan pengembangan...
Menteri PKP Pacu Pembangunan 2.539 Rumah Subsidi di Tangerang
Kementerian PKP percepat pembangunan 2.539 rumah subsidi di Kabupaten Tangerang 2026, dukung lewat BSPS, KUR...
Tiga Taman Nasional Dapat Status PPK-BLU, Kelola Pendapatan Sendiri
Tiga taman nasional—Bromo Tengger Semeru, Komodo, dan Rinjani—resmi berstatus PPK-BLU untuk kelola pendapata...
Menbud Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak
Menbud Fadli Zon mengajak anak melestarikan permainan tradisional saat Festival Generasi Berani untuk kurang...