Pelindo Solusi Maritim Salurkan Bantuan TJSL untuk Korban Gempa NTT
PT Pelindo Solusi Maritim (PSM) menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyaluran dilakukan pada 31 Agustus 2026 melalui kolaborasi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Pelindo Group, PT Pelni, asosiasi pelabuhan, dan mitra strategis lainnya. Bantuan dikirim dari Terminal Penumpang Tanjung Priok dengan tujuan Pelabuhan Lorens Say, Maumere.
Penyaluran terkoordinasi dari Tanjung Priok
Bantuan dikumpulkan dan dipusatkan di posko Terminal Penumpang Tanjung Priok sebelum diberangkatkan. Pengiriman dilakukan menggunakan KM Tidar yang diperkirakan menempuh perjalanan sekitar tiga hingga empat hari menuju Maumere, NTT.
Ragam bantuan untuk kebutuhan mendesak
PSM menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dan khusus yang dibutuhkan korban bencana. Paket bantuan mencakup kebutuhan untuk perempuan dan bayi serta kebutuhan pangan instan.
- Kebutuhan khusus perempuan dan popok bayi
- Perlengkapan mandi
- Bahan pangan instan seperti mi, biskuit, susu
- Produk protein dalam kemasan kaleng
Kata pimpinan PSM
"Bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran perusahaan dalam mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT. Kami percaya bahwa pemulihan pascabencana tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri,"
Demikian disampaikan Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PSM, Roy Fraser Hendrik, saat penyaluran bantuan berlangsung.
"Dukungan TJSL ini adalah cerminan bahwa pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab sosial harus berjalan beriringan. Sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan,"
ucap Senior Manager Sekretaris Perusahaan PSM, Moch. Ilhamsyah, menegaskan hubungan antara transformasi BUMN dan komitmen sosial perusahaan.
Komitmen jangka panjang
PSM menegaskan langkah ini bukan sekadar respon darurat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan dampak positif lewat program TJSL. Perusahaan menyatakan akan terus memperkuat peran sebagai bagian dari ekosistem Pelindo Group dalam mendukung ketahanan sosial dan ekonomi pascabencana.
Pengiriman bantuan yang terkoordinasi diharapkan mempercepat distribusi dan meringankan beban masyarakat terdampak gempa di NTT.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Komisi III Kawal UU Perampasan Aset agar Tak Disalahgunakan
Komisi III DPR RI mengawal penerapan UU Perampasan Aset agar tak disalahgunakan dan tetap akuntabel, kata Ke...
Musim Hujan Mengancam, 67 Sekolah di Ngada Belajar di Kelas Darurat
Setelah gempa Flores, 67 sekolah di Ngada masih belajar di tenda; 33 sekolah rusak berat dan perbaikan diper...
Gempa Flores Rusak 1.918 Sekolah, 141.207 Siswa Terhenti
Gempa Flores merusak 1.918 sekolah; 665 rusak berat dan 141.207 siswa terhenti. Pemerintah dan lembaga mitra...
Peresmian PLTS 5,3 GWp di Bali Mulai Program PLTS 100 GWp
Presiden resmikan PLTS 5,3 GWp di Bali (25/8/2026) sebagai tahap awal PLTS 100 GWp untuk kemandirian energi...
Pemerintah Padamkan Karhutla 100 Ha di Sumatra dan Kalimantan
Tim gabungan memadamkan karhutla 100 hektare di Tahura Senami Jambi dan 7,23 ha di Palangka Raya; operasi be...
Fadli Zon: Lomba Konten Dorong Kunjungan ke Museum & Cagar Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon berharap lomba konten 'Aku dan Budayaku' memicu kunjungan ke museum dan cagar b...