Mensos: Bansos Kuartal III 2026 Segera Cair untuk 18 Juta KPM
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk kuartal III 2026 akan segera dicairkan. Penyaluran menyasar lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat untuk periode Juli–September dan menggunakan pembaruan basis data DTSEN versi tiga, kata Mensos Jumat, 10 Juli 2026.
Rincian penyaluran
Bantuan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya. Penyaluran ditujukan agar dukungan tepat sasaran sesuai kondisi sosial ekonomi terkini.
"Jadi kita mau penyaluran bansos untuk kuartal ketiga bagi lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat. Baik itu PKH maupun juga bantuan sosial lainnya,"
Perubahan data pada DTSEN
Kemensos menyatakan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menyebabkan perubahan daftar penerima. Pembaruan ini memperhitungkan kondisi seperti kematian, perpindahan, serta perubahan status ekonomi keluarga.
"Pasti ada perubahan-perubahan itu ada. Ada yang meninggal, ada yang pindah tempat, ada yang naik kelas, ada yang turun kelas,"
"Ada yang baru, yang lama juga masih terima. Tapi sebagian yang lama sudah tidak terima lagi,"
Kemensos masih melakukan pengecekan persentase perubahan penerima setelah pemutakhiran DTSEN untuk memastikan bantuan semakin tepat sasaran.
Cara mengajukan pembaruan data
Masyarakat yang merasa perlu memperbarui datanya dapat mengajukan melalui aplikasi Cek Bansos atau lewat kantor desa dan kelurahan setempat. Proses verifikasi berjenjang juga melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat akurasi data.
Mekanisme penyaluran dan jadwal
Penyaluran reguler dilakukan melalui bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia untuk kelompok tertentu. Mekanisme ini dipakai agar bantuan diterima langsung oleh penerima manfaat.
- Bank Himbara sebagai saluran utama
- PT Pos Indonesia untuk segmen tertentu
Mensos menargetkan pencairan segera, dengan alokasi untuk tiga bulan (Juli, Agustus, September).
"Mudah-mudahan di tanggal 20 Juli. Ini untuk Juli, Agustus, September,"
DTSEN merupakan basis data sosial ekonomi yang terus diperbarui karena kondisi kesejahteraan dapat berubah sewaktu-waktu. Penguatan verifikasi bertahap diharapkan meningkatkan ketepatan sasaran program perlindungan sosial.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...