Lokal

Waspada Banjir Rob di Medan Belawan, Potensi Puncak 2,6 Meter

Bagikan:
Pesisir Medan Belawan dengan potensi pasang air laut tinggi dan aktivitas warga pesisir

Medan — Pemerintah Kota Medan melalui Kecamatan Medan Belawan mengeluarkan peringatan dini soal potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 28 Agustus hingga 3 September 2026. Peringatan ini menyebutkan pasang air laut diperkirakan melampaui 2,3 meter dan berpotensi mencapai 2,6 meter di kawasan pesisir Kecamatan Medan Belawan.

Detail peringatan dan prediksi ketinggian

Surat pemberitahuan resmi bernomor 600/2077 diterbitkan pada 26 Agustus 2026 oleh Camat Medan Belawan, Robby Kurniawan. Dalam surat itu, camat meminta warga pesisir meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan sejak diberitakan.

Prediksi cuaca pasang tinggi dan fenomena alam lain menjadi pemicu utama. Waktu-waktu kritis pasang air laut yang perlu diwaspadai tercantum sebagai berikut:

  • Pagi: pukul 02.00 – 05.00 WIB
  • Siang/Sore: pukul 14.00 – 16.00 WIB

Dampak yang diperkirakan

Fenomena ini diperkirakan memberi dampak langsung pada aktivitas pelabuhan dan transportasi di kawasan pesisir. Gangguan pada bongkar muat barang dan akses pelabuhan menjadi risiko utama.

Selain itu, kegiatan harian warga yang tinggal di kawasan rendah rawan rob juga diprediksi terganggu, termasuk akses jalan lokal dan fasilitas usaha kecil di tepi laut.

Imbauan dan langkah antisipasi

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Banjir Pesisir (ROB) ini," tegas Robby Kurniawan.

Pemerintah kecamatan meminta warga melakukan langkah sederhana seperti memindahkan barang berharga ke tempat lebih tinggi, menyiapkan perahu kecil bila diperlukan, dan menghindari aktivitas di bibir pantai saat waktu kritis pasang.

Warga juga diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan resmi oleh BMKG dan mengikuti arahan instansi terkait bila ada evakuasi atau penutupan pelabuhan sementara.

Konsekuensi dan tindak lanjut

Peringatan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pelaku usaha di kawasan pesisir untuk meminimalkan risiko kerugian. Pemerintah kota dan kecamatan akan memantau kondisi lapangan dan mengeluarkan informasi lanjutan bila diperlukan.

Warga diimbau tetap tenang, siaga, dan mengikuti sumber resmi untuk informasi terbaru terkait perkembangan pasang laut dan dampaknya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait