Medan Terapkan QRESTO untuk Perketat Pengawasan Pajak Restoran
MEDAN — Pemerintah Kota Medan mulai mengandalkan digitalisasi dengan menerapkan QRESTO untuk memantau transaksi restoran dan menutup celah kebocoran pajak. Langkah ini diumumkan saat implementasi awal dan dinilai penting untuk meningkatkan data penerimaan daerah.
Tujuan dan capaian awal
Pemko Medan menempatkan QRESTO sebagai alat pengawasan untuk memperoleh data transaksi yang tercatat secara elektronik. Sistem ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada laporan manual dan pemeriksaan lapangan.
Dengan data transaksi yang lebih akurat, pemerintah dapat menganalisis potensi ketidaksesuaian dan menindaklanjuti indikasi kebocoran pajak.
Pandangan akademisi
Akademisi Universitas Sumatera Utara, Ira Rizka Aisyah Lubis, menyambut positif inovasi ini. Menurut Ira, teknologi bukan sekadar perangkat baru, melainkan perubahan cara pengawasan penerimaan daerah.
“Teknologi harus hadir untuk menyelesaikan persoalan konkret,” kata Ira dalam tulisannya pada Rabu (26/8).
Ira menilai keberanian Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Waas patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa peluncuran sistem bukan akhir dari proses.
“Pekerjaan sebenarnya baru dimulai setelah sistem diluncurkan,” ujarnya.
Manfaat bagi pengawasan dan pelaku usaha
Pajak restoran merupakan sumber potensial Pendapatan Asli Daerah (PAD) Medan. Aktivitas kuliner berlangsung setiap hari dan bernilai ekonomi besar. Oleh karena itu, transparansi transaksi bisa meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Ira menekankan pentingnya komunikasi dengan pengusaha. Pemerintah harus menjelaskan bahwa digitalisasi bukan semata alat pengawasan yang membebani usaha, melainkan untuk menciptakan perlakuan yang adil.
“Jangan sampai teknologi hanya menjadi perangkat baru, sementara pola pengawasan lama tetap dipertahankan,”
Syarat efektivitas QRESTO
Efektivitas sistem bergantung pada beberapa faktor teknis dan kebijakan. Antara lain:
- konsistensi pengawasan;
- integrasi antar-sistem data;
- akurasi dan keamanan informasi;
- pendampingan kepada pelaku usaha;
- tindak lanjut atas temuan ketidaksesuaian tanpa pilih kasih.
Jika terpenuhi, QRESTO dapat lebih dari sekadar alat monitoring. Sistem itu berpotensi mengubah tata kelola pemerintahan daerah menuju model berbasis data.
Dampak terhadap masyarakat dan PAD
Ira mengingatkan bahwa manfaat akhir harus dirasakan publik. Peningkatan penerimaan pajak perlu diterjemahkan ke perbaikan pelayanan publik, infrastruktur, kebersihan, transportasi, kesehatan, dan pendidikan.
Indikator keberhasilan bukan hanya jumlah restoran yang terhubung atau nilai transaksi yang dipantau. Ukuran penting adalah meningkatnya kepatuhan wajib pajak, berkurangnya kebocoran, dan bertambahnya PAD Kota Medan.
Langkah selanjutnya
Pemko Medan didorong untuk terus mengembangkan QRESTO, menjaga keamanan data, menjamin akurasi, serta memberi pendampingan teknis kepada pelaku usaha. Konsistensi dan transparansi pengawasan menjadi kunci agar inovasi ini efektif dan adil bagi semua pihak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DDII Kota Langsa 2026-2031 Dilantik, Fokus Dakwah di Era Digital
DDII Kota Langsa periode 2026-2031 dilantik; pengurus baru fokus dakwah digital dan mendukung program Langsa...
Kapolres Langsa Pastikan Sumur Bor Bhayangkari Berfungsi untuk Santri
Kapolres Langsa AKBP Hyrowo SIK meninjau sumur bor bantuan Bhayangkari di tiga dayah Kota Langsa pada 26/8 u...
Warga Langsa Protes Jalan Rusak Akibat Proyek Tanggul
Warga Langsa keluhkan Jalan Lorong Kuburan China rusak parah akibat truk proyek tanggul APBA 2026, minta per...
Aceh Besar Perkuat Pelayanan Kesehatan Primer lewat Kolaborasi
Wabup Aceh Besar mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer dan komunita...
Pembinaan Pemuda Batubara: Bupati Ajak Manfaatkan Peluang
Bupati Batubara mengajak generasi muda memanfaatkan peluang, meningkatkan keterampilan, dan menjauhi narkoba...
Maulid Akbar di Langsa: Tausiah, Jadup Tahap III, dan 2.000 Alquran
Maulid Akbar di Langsa (25/8) diwarnai tausiyah Prof. Syukri, pengumuman Jadup tahap III untuk 23.869 KK, da...