Lokal

Maulid Akbar di Langsa: Tausiah, Jadup Tahap III, dan 2.000 Alquran

Bagikan:
Suasana Maulid Nabi 1448 H di Masjid Agung Kota Langsa dengan jamaah dan penceramah

LANGSA — Malam Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Agung Kota Langsa berlangsung khidmat, Selasa (25/8). Acara yang digelar Pemerintah Kota Langsa menghadirkan penceramah Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, sekaligus diwarnai pengumuman bantuan Jaminan Hidup (Jadup) tahap III untuk korban bencana dan penyerahan secara simbolis 2.000 Alquran bagi masjid terdampak.

Peringatan Maulid dan tausiyah

Maulid Akbar mengangkat tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membangun Generasi Berakhlak Mulia". Suasana dipenuhi lantunan shalawat dan tausiyah dari Prof. Syukri yang mengajak jamaah meneladani sikap keteladanan Rasul dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan Wali Kota Langsa

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menegaskan bahwa peringatan Maulid tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia meminta warga menjadikan momentum itu untuk memahami dan meneladani Rasulullah.

"Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi merupakan momentum untuk mengenang, memahami, mencintai dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW,"

Jeffry menambahkan pembangunan kota harus sejalan dengan pembangunan manusia yang beriman, berilmu, berkarakter, dan peduli sosial. Ia juga mengimbau masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Pengumuman Jadup Tahap III

Dalam sambutannya, Wali Kota mengumumkan bahwa ia telah menandatangani SK Jadup tahap III untuk 23.869 kepala keluarga (KK). Data itu akan diproses dan disampaikan ke Kementerian Sosial.

Warga diminta memeriksa data penerima melalui tautan yang akan dibagikan. Jika nama belum tercantum, warga diminta melapor ke perangkat gampong untuk pengecekan dan perbaikan.

"Mudah-mudahan permohonan kita segera disetujui dan seluruh warga Kota Langsa yang telah terkena banjir semuanya mendapat Jadup,"

Tausiyah Prof. Syukri: Teladan Rasulullah

Prof. Syukri mengingatkan bahwa Rasulullah adalah contoh menghadapi ujian hidup dengan sabar, ikhlas, ikhtiar, dan keteguhan hati. Ia menekankan agar masyarakat tidak mudah iri, membandingkan, atau berprasangka buruk pada takdir.

"Jangan ukur takdir Allah sebatas kemampuan otak kita. Kita harus tetap berikhtiar dan tidak berprasangka buruk kepada takdir Allah,"

Ia menekankan, usaha harus terus dilakukan sementara hasil diserahkan kepada Allah SWT. Nilai kasih sayang, kepedulian, dan persaudaraan menjadi kunci membangun masyarakat harmonis.

Penyerahan Alquran dan Peserta

Sebagai bagian penutup, acara diisi penyerahan simbolis 2.000 Alquran untuk masjid terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan diserahkan kepada perwakilan gampong, antara lain:

  • Gampong Sukajadi Kebun Ireng
  • Gampong Baru
  • Gampong Lengkong
  • Karang Anyar

Acara dihadiri Wakil Wali Kota Muhammad Haikal Alfisyahrin, Ketua DPRK Melvita Sari, Sekda Dra. Suhartini, Forkopimda, serta tokoh agama dan masyarakat. Pemerintah Kota berharap peringatan Maulid tidak hanya bentuk perayaan, melainkan memicu penerapan akhlak Rasulullah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait