Lokal

Banjir Rendam Langkat, Asahan, dan Binjai, 2.515 KK Terdampak

Bagikan:
Permukiman terendam banjir di Langkat akibat hujan deras

MEDAN — Hujan deras sejak Sabtu (10/10) malam menyebabkan banjir yang merendam tiga wilayah di Sumatera Utara: Kabupaten Asahan, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai. Hingga Selasa (13/10), tercatat sedikitnya 2.515 kepala keluarga (KK) terdampak dan lebih dari 8.900 jiwa terdampak di Langkat dan Binjai. Satu warga di Langkat dilaporkan hilang terseret arus dan masih dalam pencarian.

Situasi terkini dan penanganan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyatakan penanganan dan pendataan masih berlangsung bersama BPBD kabupaten/kota dan pemerintah setempat. Hujan yang berlangsung beberapa jam meningkatkan debit sungai sehingga meluap ke permukiman.

“Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, banjir melanda Kabupaten Asahan, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai. Saat ini, penanganan dan pendataan masih dilakukan oleh pemerintah daerah bersama BPBD setempat,”

Dampak manusia dan korban

Data sementara menunjukkan ribuan keluarga terdampak; ratusan keluarga terpaksa mengungsi. Di Kecamatan Sirapit, satu orang dilaporkan hanyut saat menyeberangi sungai yang meluap. Identitas korban masih didata dan proses pencarian terus dilakukan.

“Untuk kejadian di Kecamatan Sirapit, terdapat laporan satu orang hanyut setelah menyeberangi sungai yang meluap. Korban masih dalam pencarian dan proses pendataan terus dilakukan,”

Rincian wilayah terdampak

Langkat menjadi wilayah paling parah terdampak dengan banjir yang menerjang beberapa kecamatan. Genangan bervariasi dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter. Beberapa titik dan jumlah keluarga terdampak tercatat sebagai berikut:

Daerah Lokasi KK terdampak Perkiraan jiwa Ketinggian air
Langkat (Besitang) Desa Sekoci 969 KK (gabungan Desa Sekoci & Kampung Lama) 3.576 jiwa 100–150 cm (Desa Sekoci)
Langkat (Besitang) Dusun Sidodadi 240 KK - -
Langkat (Besitang) Dusun Sejambu 220 KK - -
Langkat (Besitang) Kampung Lama 250 KK 700 jiwa 10–30 cm
Langkat (Padang Tualang) Beberapa dusun (Sumur Bor, Tebing Tanjung Selamat, Sidoharjo) 196 KK 773 jiwa 30–120 cm (Tanjung Putus)

Gelombang banjir di Langkat tercatat berulang: genangan pertama muncul di Desa Sekoci pada Minggu (11/10) dini hari dengan tinggi 60 cm hingga 1,6 meter, sempat surut sore hari, lalu kembali naik saat hujan deras malam berikutnya.

Pengungsian dan infrastruktur

Sampai Senin dini hari, sekitar 60 persen warga dilaporkan sudah mengungsi secara mandiri ke posko. Total tercatat 310 KK berada di pengungsian: 270 KK di empat posko di Desa Sekoci dan 40 KK di posko Dusun I Sumur Bor, Desa Tebing Tanjung Selamat. Angka ini masih bisa berubah seiring pendataan.

Ancamannya belum hanya kepada jiwa; beberapa infrastruktur juga terancam. Di Desa Ujung Terang, Kecamatan Salapian, pondasi jembatan mulai terkikis arus sungai sehingga berisiko mengganggu akses transportasi lokal.

Langkah selanjutnya

BPBD bersama pemerintah daerah melanjutkan pendataan, evakuasi, dan pencarian korban hilang. Warga diimbau waspada terhadap potensi banjir susulan dan menghindari menyeberangi sungai yang meluap. Pemantauan infrastruktur menjadi prioritas untuk mencegah dampak lebih luas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait