Lokal

Banjir Sungai Batang Toru Rendam 6 Rumah dan 15 Ha Lahan di Tarutung

Bagikan:
Banjir merendam rumah dan lahan jagung di Desa Hutapea Banuarea, Tarutung

Tarutung — Luapan Sungai Batang Toru pada Rabu malam (20/5) hingga dinihari menggenangi Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Banjir itu merendam sedikitnya enam rumah dan sekitar 15 hektare lahan pertanian produktif di kawasan Rambing Hutapea, dekat jembatan penghubung Desa Banuarea dan Desa Pansurnapitu.

Dampak lokasi dan penyebab

Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Batang Toru, yang hulunya merupakan pertemuan dua sungai besar di wilayah itu, yakni Sungai Sigeaon dan Sungai Situmandi. Titik terdampak parah berada di sekitar jembatan penghubung Desa Hutapea dan Pansurnapitu.

Selain rumah warga, lahan yang sedang ditanami padi, jagung, kacang-kacangan, bawang merah, dan cabe muda ikut terendam. Kondisi ini memicu kekhawatiran atas potensi gagal panen dan tekanan ekonomi bagi petani setempat.

Peninjauan dan inventarisasi kerugian

Pada Kamis pagi (21/5), sejumlah pejabat daerah turun ke lokasi untuk meninjau dan mendata kerusakan. Tim yang hadir antara lain Kepala Pelaksana BPBD Tapanuli Utara Tohom Silaban, Kepala Dinas Pertanian Viktor Freddy Siagian, Camat Tarutung Renhard Lumbantobing, serta perwakilan Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, perangkat desa, dan Babinsa.

Untuk sementara data valid terkait total kerugian material masih dalam proses pendataan karena tim masih bekerja di lapangan. Namun yang pasti, ada enam unit rumah warga yang terdampak langsung oleh banjir,

Tohom Silaban menyatakan pihaknya masih menginventarisasi kerugian. Ia menambahkan bahwa ada tiga kepala keluarga yang mengungsi ke rumah kerabat karena rumah mereka tidak layak ditinggali.

Sementara bagi warga yang mengungsi, pemerintah pada prinsipnya akan memberikan bantuan bahan pangan, kami sedang berkoordinasi dengan Camat Tarutung,

Rincian lahan terendam

Data awal dari Dinas Pertanian menunjukkan luas lahan yang terdampak per jenis tanaman sebagai berikut:

Jenis Tanaman Luas (hektare)
Padi (persawahan) 9,0
Jagung 5,0
Kacang tanah 0,1
Bawang merah 0,2
Cabai merah 0,1

Dampak jangka pendek dan langkah selanjutnya

Kepala Dinas Pertanian Viktor Freddy Siagian mengatakan pihaknya sedang menyusun skema penanganan jika terjadi gagal panen. Ia menegaskan perlunya kajian lanjutan untuk menentukan bantuan teknis dan kompensasi bagi petani.

Kita masih memikirkan skema yang tepat terkait penanganan terhadap petani di sana, sekiranya terjadi gagal panen,

Warga juga meminta pemerintah melakukan normalisasi aliran Sungai Batang Toru agar banjir serupa tidak terulang. Pemerintah daerah menyatakan akan menindaklanjuti permintaan ini sembari menyelesaikan pendataan kerugian dan menyalurkan bantuan bahan pangan bagi warga terdampak.

Potensi gagal panen dan kerusakan infrastruktur lokal dapat berdampak langsung pada perekonomian Desa Hutapea Banuarea. Pemulihan jangka pendek dan mitigasi risiko jangka panjang menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dan bercocok tanam dengan aman.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!