Banda Aceh Juara Umum LKS Dikmen XXXIV Provinsi Aceh 2026
Banda Aceh keluar sebagai juara umum pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen XXXIV tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026. Kegiatan berlangsung 18–21 Mei 2026 di SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, dan resmi ditutup Rabu malam (20/05/2026) di Aula SMKN 2 Banda Aceh oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin S.Pd MSP.
Penutupan dan apresiasi
Pada acara penutupan, Murthalamuddin menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat, meski pelaksanaan menghadapi keterbatasan anggaran. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan yang muncul selama kegiatan.
“Walaupun tidak ada anggaran, kegiatan ini tetap dapat berjalan dengan baik dan sukses. Saya mengapresiasi seluruh pihak, mulai dari Kacabdin, MKKS SMK, kepala sekolah, guru, serta seluruh insan pendidikan Aceh yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,”
Ia juga mengingatkan agar praktik-praktik baik yang terbentuk selama LKS dan Expo terus dipertahankan.
Peserta, bidang lomba, dan hasil
Ketua panitia pelaksana, Tarmidhi, S.ST, M.Si, menyebutkan kegiatan diikuti oleh 150 peserta dari berbagai kabupaten/kota dengan 10 bidang lomba. Seluruh rangkaian yang dimulai 19 Mei 2026 berjalan lancar dan tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah seluruh peserta hadir dalam keadaan sehat dan kegiatan lomba terlaksana tanpa kendala berarti. Dari hasil perlombaan telah ditetapkan juara 1, 2, dan 3 pada masing-masing bidang lomba,”
Panitia menetapkan pemenang untuk tiap bidang. Selain itu, disampaikan pula penghargaan untuk tujuh peserta terbaik pada Expo Produk SMK sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan kreativitas.
Dukungan menuju tingkat nasional
Para juara pertama akan mewakili Provinsi Aceh pada LKS tingkat nasional yang direncanakan berlangsung pada 26–31 Juli 2026 di Jakarta. Kepala Dinas Pendidikan Aceh menyerahkan biaya pembinaan kepada para pemenang sebagai persiapan menuju kompetisi nasional.
Makna bagi pendidikan vokasi dan langkah ke depan
Murthalamuddin menegaskan bahwa tujuan LKS dan Expo Produk SMK bukan sekadar kompetisi. Menurutnya, ajang ini mengukur kompetensi sekaligus mendorong lulusan SMK menjadi wirausaha mandiri yang mampu membranding produk lokal agar bersaing di pasar luas.
“Lulusan SMK harus menjadi wirausaha mandiri, mampu menghidupi dirinya sendiri, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,”
Ke depan, Murthalamuddin berharap kegiatan serupa mendapat dukungan anggaran lebih besar dan dikembangkan dengan formula baru, termasuk kemungkinan lomba yang berbasis kompetensi kejuruan spesifik. Expo Produk SMK juga dinilai sebagai wahana penting untuk mempromosikan hasil karya sekolah ke khalayak yang lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Saksi Tegaskan Tidak Sebut Doddy 'Mafia Tanah' di Sidang Praperadilan
Saksi pelapor di praperadilan Medan menyatakan tak pernah menyebut Doddy 'mafia tanah'; inti laporan soal em...
Groundbreaking Huntap di Aceh Tamiang, Target 2.399 Unit 2026
Pemerintah memulai pembangunan 178 huntap di Alur Jambu, Aceh Tamiang, bagian dari target 2.399 unit pada 20...
Medan: Polrestabes Gagalkan Peredaran Vape Getar, Pemko Gandeng KPK
Polrestabes Medan menangkap pelaku dan menyita 450 bungkus vape getar; warga Medan Belawan hidup di dapur se...
PKA Sumut Belajar Tata Kelola Lingkungan ke DLH DKI
Puluhan calon pemimpin administrator Sumut mengikuti Studi Lapangan PKA ke DLH DKI Jakarta untuk mempelajari...
Aris Rinaldi Nasution Terpilih Kembali Ketua Forwakum Sumut 2026-2029
Aris Rinaldi Nasution kembali terpilih sebagai Ketua Forwakum Sumut 2026–2029 setelah unggul tipis dalam pem...
Polantas Karib: Sat Lantas Pematangsiantar Edukasi 60 Anak TK soal Lalu Lintas
Sat Lantas Polres Pematangsiantar menggelar Polantas Karib untuk 60 anak TK, mengajarkan rambu lalu lintas,...