BAKTI Komdigi Pacu Pemerataan Sinyal dan Kemandirian Digital
Pusat upaya pemerintah memperluas akses internet di daerah pedalaman dan kepulauan diperkuat melalui kombinasi solusi terestrial dan non-terestrial. Hal ini disampaikan saat acara BAKTI Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026. Tujuannya untuk mempercepat pemerataan komunikasi digital dan meningkatkan kemandirian layanan di daerah.
Pilar konektivitas BAKTI Komdigi
BAKTI Komdigi membangun infrastruktur berdasarkan empat pilar untuk memastikan program berjalan konsisten dan terukur di lapangan. Pilar tersebut menekankan aspek layanan yang nyata dan berkelanjutan.
- Aktualitas masyarakat
- Kualitas layanan
- Keberlanjutan
- Sustainabilitas industri telekomunikasi
Strategi exit dan transfer ke mitra lokal
Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, menekankan bahwa tujuan akhir bukan lamanya kehadiran pemerintah, melainkan percepatan kemandirian wilayah. Wilayah yang telah mencapai tingkat kematangan tertentu akan ditawarkan kepada pemerintah daerah, operator seluler, atau penyedia menara untuk diambil alih.
"Oleh karena itu, berkaitan dengan hal yang empat, poin saya adalah, kita melakukan exit strategi. Jadi, wilayah-wilayah dengan kriteria tertentu, yang sudah maturitas tertentu, itu akan kami tawarkan ke Pemda atau ke opsel atau ke mitra kami yang lain, misalnya tower provider, untuk diambil alih,"
"Karena keberhasilan pemerintah untuk universal service obligation bukan seberapa lama kami berada di sana. Tapi seberapa cepat kami mandiri."
Cakupan konektivitas dan sektor prioritas
Hingga kini BAKTI menyatakan telah menghadirkan konektivitas internet di lebih dari 31 ribu lokasi. Sebagian besar akses ini difokuskan pada layanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
- Pendidikan: 68% dari total lokasi
- Fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes): 5,89%
Peran Palapa Ring dan Satelit Satria 1
Infrastruktur seperti Palapa Ring dan Satelit Satria 1 disebut mempercepat jangkauan layanan ke daerah yang sulit dijangkau oleh kabel fiber. Menurut narasumber, kombinasi solusi terestrial dan satelit menjadi jawaban atas kendala geografis Indonesia.
"Kehadiran Satria 1 ini membuat kita bisa menggabungkan solusi terestrial. Dengan solusi non-terestrial pada saat wilayah-wilayah masih sangat sulit dijangkau oleh fiber,"
Tantangan di wilayah 3T dan fokus pemanfaatan
Indonesia sebagai negara kepulauan masih menghadapi tantangan pemerataan akses digital, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Pembangunan infrastruktur kini dinilai tidak cukup hanya pada jumlah BTS atau titik akses, melainkan efektivitas pemanfaatannya oleh masyarakat.
Kunci keberhasilan adalah memastikan infrastruktur mendukung peningkatan kualitas layanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.
Forum dan tindak lanjut
BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital menyelenggarakan BAKTI Media Connect 2026 bersama mitra untuk membahas strategi memperluas akses informasi ke penjuru negeri. Pertemuan ini diharapkan mendorong sinergi antara pemerintah, penyedia layanan, dan pemangku kepentingan lokal.
Langkah selanjutnya adalah mempercepat transfer pengelolaan infrastruktur yang matang ke pihak lokal dan memastikan pemanfaatan layanan digital meningkat secara nyata di lapangan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...