Bahaya Menggunakan Earphone Berlebihan bagi Kesehatan Telinga
Penggunaan earphone secara berlebihan berisiko merusak pendengaran dan menimbulkan gangguan telinga. Kebiasaan ini terutama berbahaya ketika volume terlalu keras dan durasi pemakaian lama setiap hari. Untuk mencegah dampak buruk, batasi durasi dan atur volume maksimal 60 persen.
Dampak utama penggunaan earphone berlebihan
Berikut beberapa konsekuensi yang sering muncul akibat memakai earphone terlalu sering. Informasi ini dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.
- Tinnitus: munculnya dengungan atau bunyi di telinga setelah paparan suara keras. Paparan berulang pada volume tinggi dapat memperparah kondisi ini sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Gangguan pendengaran: paparan suara keras secara berkepanjangan dapat merusak sel saraf pendengaran. Akibatnya, kemampuan mendengar menurun secara bertahap dan sering terlambat disadari.
- Infeksi telinga: penggunaan earphone yang lama atau bergantian meningkatkan pertumbuhan bakteri di saluran telinga. Sirkulasi udara yang terhambat dapat memicu infeksi.
- Nyeri dan ketidaknyamanan: pemakaian terus-menerus kerap menimbulkan rasa sakit, tekanan, atau dengungan di telinga setelah digunakan.
Mengapa dampak sering terlambat terdeteksi?
Penurunan pendengaran biasanya terjadi bertahap. Akibatnya, banyak orang tidak segera menyadari masalah tersebut. Mereka justru cenderung menaikkan volume agar lebih jelas, yang membuat kerusakan semakin parah.
Langkah sederhana mencegah kerusakan
Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk melindungi telinga antara lain:
- Batasi durasi penggunaan earphone setiap hari.
- Atur volume maksimal pada 60 persen perangkat.
- Hindari berbagi earphone dan bersihkan perangkat secara berkala.
- Beristirahatlah secara berkala untuk memberi sirkulasi udara pada saluran telinga.
Kesadaran dan kebiasaan sederhana ini penting untuk menjaga fungsi pendengaran jangka panjang. Jika muncul gejala seperti dengungan terus-menerus atau penurunan kemampuan mendengar, segera konsultasikan ke tenaga medis.
(Sarah Maulida Ali)
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sentralisasi Pengadaan Alkes Hemat Rp10,25 Triliun, Kemenkes Ungkap
Kemenkes menyebut sentralisasi pengadaan alkes memangkas pengeluaran Rp10,25 triliun atau 52% dari estimasi...
Menkes: Bangun Laboratorium Kesehatan di Seluruh Kabupaten/Kota
Pemerintah akan membangun dan merenovasi laboratorium kesehatan di seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat s...
Puskesmas Jemput Bola CKG: 700 Siswa Diperiksa di Bekasi
Puskesmas Duren Jaya jemput bola Cek Kesehatan Gratis di SD Santa Maria Monica, Bekasi; 700 siswa diperiksa,...
CKG Jaktim Temukan Anemia dan Hipertensi pada Pelajar
CKG Jakarta Timur menemukan banyak pelajar mengalami tekanan darah tinggi dan anemia pada periode Januari–Ju...
Pemanasan dan Pendinginan: Kunci Olahraga Lebih Aman
Pemanasan dan pendinginan membantu tubuh beradaptasi sebelum dan setelah olahraga, menurunkan risiko cedera...
Jangan Abaikan Nyeri Sendi Berulang, Bisa Jadi Autoimun
Nyeri sendi berulang bisa jadi tanda autoimun seperti RA; waspadai pembengkakan, kekakuan pagi hari, dan seg...