Lokal

DPRK Banda Aceh Audiensi dengan BEM FEB USK Bahas Ekonomi dan Otsus

Bagikan:
Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah menerima audiensi BEM FEB USK di ruang kerja DPRK

BANDA ACEH — Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (BEM FEB USK) di ruang kerjanya, Rabu (14/10). Pertemuan bertema Ngobrol Ekonomi Aceh, Cari Solusi Bareng ini membahas capaian ekonomi Aceh, dampak Otonomi Khusus, dan langkah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Audiensi dimaksudkan sebagai jembatan kolaborasi antara legislatif dan akademisi dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang pro-rakyat.

Agenda dan pokok pembahasan

Pertemuan memusatkan diskusi pada tiga hal utama: evaluasi capaian ekonomi Aceh, efek dana Otonomi Khusus terhadap pembangunan, dan strategi kemandirian pasca-Otsus. Para peserta juga menyinggung kebutuhan program nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Pembahasan bersifat terbuka dan melibatkan tanya jawab antara mahasiswa dan pimpinan dewan.

  • Evaluasi pertumbuhan ekonomi regional
  • Dampak Otonomi Khusus terhadap kemiskinan dan pengangguran
  • Rencana program lokal yang berbasis penelitian

Pesan ke mahasiswa: dari kritik ke solusi

Irwansyah mendorong mahasiswa untuk bergerak lebih dari sekadar kritik. Ia meminta ide segar yang bisa diubah menjadi program nyata dan berdampak langsung. Menurutnya, kontribusi pemikiran akademis penting dalam perumusan kebijakan lokal.

Kami mendorong mahasiswa untuk ikut menyumbangkan ide dan gagasan segar yang bisa diwujudkan menjadi program nyata, bukan sekedar wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

Otsus: alokasi besar, tuntutan evaluasi

Dalam pertemuan itu Irwansyah menyinggung besaran dana Otonomi Khusus yang telah mencapai seratus triliun lebih. Ia meminta mahasiswa ekonomi untuk mengkaji dampak Otsus terhadap pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan pengangguran di Aceh. Kajian akademis diharapkan membantu mengetahui efektivitas belanja dan menentukan prioritas kebijakan.

Kemudian soal kemandirian ekonomi Banda Aceh pasca Otsus yang akan berakhir, karena itu semua lini harus punya perhatian yang sama, pemikiran yang sama, kontribusi yang sama untuk membangun dan membawa Banda Aceh ke arah yang lebih baik lagi

Langkah ke depan dan harapan

Audiensi ditutup dengan harapan tindak lanjut berupa kolaborasi riset dan perumusan program bersama antara DPRK dan kampus. Irwansyah berharap hasil kajian mahasiswa bisa menjadi referensi nyata bagi kebijakan lokal. Kedua belah pihak sepakat menjaga komunikasi untuk mewujudkan rekomendasi yang aplikatif.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait