Erma Susanti Dorong Perluasan Asuransi Nelayan di Jatim
Blitar, 1 Juli 2026 — Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Erma Susanti, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas program asuransi nelayan sebagai perlindungan bagi pekerja laut yang menghadapi risiko tinggi saat melaut. Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri tradisi Petik Laut di Pantai Jolosutro, Desa Ringinrejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026).
Desakan perluasan asuransi nelayan
Erma menilai kesejahteraan nelayan tidak cukup hanya dengan bantuan sarana produksi seperti mesin perahu, alat tangkap, dan bahan bakar. Menurutnya, jaminan perlindungan sosial harus menjadi prioritas agar nelayan memiliki kepastian saat menghadapi kecelakaan atau musibah di laut.
Ia mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk mengintensifkan pendaftaran dan cakupan program asuransi sehingga lebih banyak pekerja perikanan mendapatkan manfaatnya.
Petik Laut: budaya sekaligus pengingat keselamatan
Dalam kunjungannya, Erma menekankan bahwa tradisi Petik Laut berfungsi lebih dari sekadar ritual budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat kolektif akan pentingnya keselamatan bagi keluarga nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.
"Petik Laut adalah wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas rezeki yang diberikan Tuhan. Bersamaan dengan dimulainya musim melaut, masyarakat juga memanjatkan doa agar seluruh nelayan selalu diberi keselamatan dan hasil tangkapan yang baik,"
Program pemberdayaan dan produk bernilai tambah
Erma memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan telah menjalankan berbagai program pemberdayaan. Program itu mencakup bantuan sarana produksi, pelatihan, dan kegiatan pemberdayaan yang juga diperjuangkan melalui aspirasi di DPRD Jawa Timur.
Ia mengapresiasi upaya pemberdayaan istri nelayan melalui Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar). Melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan, masyarakat mampu menghasilkan produk bernilai tambah, seperti sambal ikan dan bakso ikan, yang memperkuat ekonomi keluarga nelayan serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Dampak dan langkah ke depan
Dengan memperluas cakupan asuransi, Erma berharap risiko ekonomi akibat kecelakaan laut bisa diminimalkan, sehingga keluarga nelayan tidak langsung terjerumus dalam kondisi rentan ketika musibah terjadi. Ia menyerukan koordinasi lebih erat antar dinas terkait untuk percepatan pendaftaran dan sosialisasi program.
Upaya ini dinilai penting untuk menyinergikan bantuan sarana produksi dan perlindungan sosial, demi kesinambungan kesejahteraan masyarakat pesisir serta ketahanan sektor perikanan di Jawa Timur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPR Minta Pengusutan Tuntas Kekerasan Ibu terhadap Anak di Pamekasan
DPR minta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan ibu terhadap anak di Pademawu, Pamekasan, termasuk pemeriks...
PDI Perjuangan: Perubahan APBD Sumenep Harus Pro Rakyat
Fraksi PDI Perjuangan minta Perubahan APBD Sumenep 2026 tetap berpihak pada rakyat meski PAD naik dan belanj...
Surabaya Minta Perlindungan untuk Pedagang Pasar Tradisional
DPRD Surabaya dan APPSI minta pemerintah lindungi pedagang pasar tradisional dari tekanan pasar modern, dari...
DPRD Jember Minta Pangkas Anggaran Rp2,8 Miliar untuk Stiker Bantuan
DPRD Jember minta Pemkab memangkas anggaran Rp2,8 miliar untuk stiker bantuan dan mengusulkan satu jenis sti...
Jaranan Hiasi Peringatan Kemerdekaan di Trenggalek
Ribuan warga menyaksikan pagelaran jaranan di halaman DPC PDI Perjuangan Trenggalek, 17 Agustus 2026, sebaga...
ASN Banyuwangi Berbagi daftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS
ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan pada 17 Agustus 2026 untu...