Nasional

ASN Setjen DPR Diminta Adaptif dan Waspadai Risiko AI

Bagikan:
Inspektur Utama Setjen DPR Rusdi Hartono berpidato saat HUT ke-81 RI mengenai adaptasi AI ASN

Inspektur Utama Setjen DPR, Rusdi Hartono, mengingatkan seluruh ASN Sekretariat Jenderal DPR agar cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan mewaspadai risikonya. Pernyataan itu disampaikan pada upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Rusdi menekankan perlunya verifikasi informasi dan penerapan etika saat AI digunakan dalam tugas sehari-hari.

Seruan adaptasi dan kehati-hatian terhadap AI

Rusdi menyebut pemanfaatan AI dapat mempercepat dan mempermudah tugas birokrasi jika digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Namun ia mengingatkan ASN untuk selalu melakukan verifikasi data: check and recheck sebelum mengandalkan hasil AI.

"Pemanfaatan AI dapat membantu pelaksanaan tugas sehari-hari apabila dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab," ujar Rusdi Hartono. "Meskipun demikian, harus senantiasa dilakukan check and recheck serta waspada terhadap berbagai risiko dan bahaya dari AI."

Integritas, verifikasi, dan kedaulatan digital

Memasuki usia kemerdekaan ke-81, Rusdi mengaitkan tantangan teknologi dengan isu kedaulatan di ruang digital. Ia menegaskan transformasi digital tidak boleh mengorbankan keamanan lembaga atau membuka peluang penyalahgunaan teknologi.

Menurutnya, kemampuan memverifikasi informasi harus diseimbangkan dengan penerapan etika dan integritas dalam setiap tugas. Hal ini penting agar lembaga tetap tangguh menghadapi ancaman siber dan disinformasi.

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat. Untuk membangun sinergi antara kecanggihan teknologi dan integritas moral," kata Rusdi.

Peran ASN sebagai agen perubahan

Rusdi menegaskan peran ASN Setjen DPR sebagai supporting system bagi MPR, DPR, dan DPD. ASN diharapkan meningkatkan kualitas dukungan melalui adaptasi teknologi sekaligus memperkuat nasionalisme dan semangat gotong royong.

Ia juga mendorong ASN menjadi penghubung yang menyampaikan capaian lembaga kepada publik melalui unit kerja pemberitaan dan kanal media resmi. Komunikasi positif dianggap bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

"Jadilah agen perubahan yang mampu menyampaikan hal-hal yang positif yang terjadi di lembaga legislatif," ujarnya.

Implikasi dan langkah ke depan

Penekanan pada adaptasi dan kewaspadaan terhadap AI membuka kebutuhan untuk memperkuat mekanisme verifikasi, etika penggunaan teknologi, dan ketahanan siber. ASN diminta terus berinovasi dan bekerja profesional demi mendukung fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara lebih efisien.

Rusdi menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa visi "Indonesia berdaulat, adil, dan makmur" menjadi landasan dalam menyongsong masa depan yang inklusif dan sejahtera.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait