Antrean Panjang BBM di Biak Hilang Usai Monitoring Polres
Polres Biak Numfor bersama Pertamina melakukan monitoring distribusi BBM di tiga SPBU di Kabupaten Biak Numfor pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan ini menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang antrean panjang dan dugaan penimbunan BBM. Hasil pengawasan menunjukkan antrean panjang sudah tidak terjadi dan pasokan dipastikan terdistribusi sesuai kuota.
Hasil monitoring di lapangan
Pengawasan menyasar proses pengisian hingga pendistribusian BBM ke kendaraan roda dua dan roda empat. Tim yang dipimpin Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam berkolaborasi langsung dengan pihak Pertamina untuk memastikan alur distribusi berjalan normal.
Menurut Kasat Reskrim Polres Biak Numfor, Iptu Daniel Rumpaidus, tidak ditemukan antrean panjang pada ketiga SPBU yang diperiksa. Semua konsumen mendapat jatah BBM sesuai ketentuan, sehingga keluhan warga mereda setelah pemantauan.
"Saat pengawasan dilakukan, tidak ada lagi antrean panjang di 3 SPBU tersebut. Semua dipastikan mendapatkan jatah mereka terkait dengan BBM," ujar Iptu Daniel Rumpaidus.
Langkah pencegahan dan imbauan
Polres Biak Numfor menegaskan langkah pencegahan terhadap praktik penimbunan BBM. Selain pemantauan fisik, pihak kepolisian memberikan imbauan tegas kepada masyarakat, pemilik SPBU, pengelola, dan petugas agar tidak melakukan pembelian atau penjualan BBM untuk kegiatan tidak penting.
Iptu Daniel juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum bagi pelaku penimbunan dan distribusi yang melanggar ketentuan. Penegakan hukum akan ditempuh jika imbauan tidak diindahkan.
"Ini sudah jelas diatur dalam peraturan yang berlaku. Kami imbau masyarakat dan pengelola SPBU agar patuh. Jika imbauan tidak diindahkan, maka akan dilakukan penegakan hukum," tegas Daniel.
Tindak lanjut dan harapan
Monitoring dilakukan menyusul laporan masyarakat sekitar satu minggu sebelumnya tentang antrean panjang dan dugaan penimbunan BBM. Setelah pertemuan antara kepolisian dan pemerintah daerah untuk mencari solusi, pengawasan lapangan dijalankan untuk mengatasi masalah tersebut secara cepat.
Polres Biak Numfor berharap distribusi BBM berlangsung lancar dan tepat sasaran ke depan. Dengan demikian, potensi gangguan sosial atau protes publik akibat kelangkaan sempat teratasi.
Ke depan, petugas berjanji akan terus memantau ketepatan distribusi dan menindak pelanggaran sesuai aturan. Masyarakat diminta ikut berperan dengan tidak membeli BBM secara berlebihan dan melaporkan jika menemukan praktik mencurigakan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Ditutup 6.036,89 pada 2 Okt 2026, Mayoritas Saham Melemah
IHSG ditutup di 6.036,89 pada 2 Okt 2026, turun 0,46%; mayoritas saham melemah dengan transaksi Rp11,79 tril...
IHSG Turun 0,32% ke 5.990 pada Jeda Perdagangan 2 Okt
IHSG sesi I turun 0,32% ke 5.990,20 pada 2 Oktober 2026. Volume tinggi dan tekanan jual mendominasi meski be...
IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke 6.018,08, Sentimen Minyak & Inflasi Jadi Perhatian
IHSG dibuka menguat 0,14% ke 6.018,08 pada 2 Oktober 2026; sentimen minyak, inflasi, dan ketegangan geopolit...
Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat ke Rp17.910 per dolar, namun berisiko melemah karena kenaikan harga minyak dan ketegan...
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...