Politik

Ansari: Kemerdekaan Jangan Hanya Jadi Seremonial

Bagikan:
Hj. Ansari berbicara tentang makna kemerdekaan di Pamekasan, 18 Agustus 2026

PAMEKASAN — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, mengingatkan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tidak boleh sekadar menjadi ritual tahunan. Pernyataan itu disampaikan di Pamekasan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Menurut Ansari, momentum kemerdekaan harus dijadikan landasan memperkuat kepedulian sosial dan mewujudkan kesejahteraan nyata bagi seluruh warga.

Pesan utama dari Pamekasan

Ansari menekankan bahwa kemerdekaan adalah buah perjuangan panjang para pahlawan. Nilai-nilai tersebut, kata dia, wajib dirawat oleh generasi penerus melalui tindakan konkret. Ia meminta agar semangat itu diwujudkan dalam kebijakan dan program yang menyasar keadilan sosial.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, terutama dalam menghadirkan keadilan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” ujar Ansari.

Perubahan tantangan bangsa

Menurut legislator dari Dapil Madura ini, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini berbeda dengan masa pra-kemerdekaan. Fokus bukan lagi sekadar merebut kemerdekaan, melainkan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan memperkuat jaringan kepedulian sosial untuk mengatasi persoalan kesejahteraan.

Ansari mengingatkan bahwa nilai-nilai kolektif harus menjadi pondasi utama saat merancang solusi terhadap masalah sosial-masyarakat. Pendekatan bersama dinilai lebih efektif ketimbang langkah parsial.

Imbauan agar kemerdekaan terasa sehari-hari

Legislator itu memperingatkan agar perayaan tidak berhenti pada upacara dan pesta. Ia berharap kemerdekaan terasa dalam kehidupan sehari-hari, melalui akses yang lebih baik ke layanan dasar dan kesempatan yang sama untuk maju.

“Jangan sampai kemerdekaan hanya menjadi perayaan tahunan semata. Kemerdekaan harus benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari, ketika masyarakat mendapatkan haknya, hidup lebih sejahtera, dan memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” tandas Ansari.

Penutup: tuntutan untuk aksi nyata

Pernyataan Ansari di Pamekasan pada 18 Agustus 2026 menegaskan harapan bahwa semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata. Pesan ini mengarah pada kebutuhan kolaborasi antara pemerintah, parlemen, dan masyarakat untuk menjadikan kemerdekaan sarana mencapai keadilan dan kesejahteraan yang merata.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait