Ekonomi

Ali Zum Mashar, Pahlawan Pangan yang Korbankan Cincin dan Tanah

Bagikan:
Ali Zum Mashar menerima Anugerah Pahlawan Pangan atas inovasi pertanian

Ali Zum Mashar menerima Anugerah Pahlawan Pangan atas 28 tahun dedikasinya mengembangkan teknologi dan varietas unggul untuk lahan gambut pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas upayanya memperbaiki produktivitas lahan sulit dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Jejak awal: dari lahan gambut ke penelitian panjang

Perjalanan Ali dimulai ketika ia mendampingi petani transmigrasi pada pembukaan lahan gambut sejuta hektare era pemerintahan sebelumnya. Kekhawatiran melihat tanah asam yang tidak produktif mendorongnya mencari solusi jangka panjang. Dari situ lahirlah tekad melakukan penelitian selama puluhan tahun untuk mengembalikan produktivitas lahan.

Inovasi mikroba dan varietas unggul

Ali menemukan kumpulan mikroba di lingkungan gambut yang kemudian dikembangkan menjadi teknologi pupuk bernama MIGO Phosmit Bio P2000Z, populer disebut Mikroba Google. Teknologi ini ditujukan memperbaiki kondisi tanah gambut yang asam sehingga kembali mendukung tanaman pangan.

Selain itu Ali mengembangkan empat varietas kedelai tropis non-GMO bernama MIGO GARUDA, yang sudah memperoleh sertifikat pelepasan dari Kementerian Pertanian. Ia juga mengembangkan 12 varietas padi super ultra genjah bernama TRISAKTI, dengan umur panen sekitar dua sampai dua setengah bulan.

Potensi produksi dan frekuensi tanam

Menurut Ali, kombinasi perbaikan tanah dan benih unggul meningkatkan frekuensi tanam secara signifikan. Kedelai MIGO berpotensi dipanen tiga kali setahun, sedangkan padi Trisakti dapat dipanen hingga empat kali setahun. Peningkatan frekuensi tanam ini diharapkan mempercepat capaian swasembada dan memperkuat kedaulatan pangan.

Pengorbanan pribadi demi penelitian

Perjalanan penelitian tidak selalu didukung sponsor. Ketika dana sulit, Ali menggunakan harta pribadinya untuk membiayai uji coba dan kerja lapang bersama petani. Ia menyebut pengorbanan itu sebagai bagian dari komitmennya terhadap kemajuan pertanian.

Kalau tanahnya ada, petaninya ada, tetapi tanah itu tidak mampu menghasilkan pangan, lalu apa yang harus kita lakukan?

Saya pernah menjual cincin kawin, menjual rumah dan tanah warisan di kampung, untuk membiayai penelitian.

Harapan ke depan

Ali berharap inovasi dan dukungan kebijakan dapat mendorong Indonesia menuju kedaulatan pangan. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan MIGO GARUDA dan berharap dukungan itu mempercepat pemenuhan kebutuhan gizi nasional.

Anugerah ini saya terima bukan sebagai akhir perjalanan, tetapi sebagai amanah untuk bekerja lebih keras.

Penghargaan tersebut dianggap Ali sebagai mandat untuk terus menyinergikan teknologi, benih unggul, dan petani demi mewujudkan Indonesia mandiri pangan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait