Ratusan Mahasiswa Demo di DPRD Sumut Tuntut Jawaban soal BBM dan MBG
Ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Sumut pada Senin (15/6). Aksi ini menuntut jawaban atas kenaikan harga BBM, kelangkaan BBM subsidi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta persoalan program MBG dan Kopdes Merah Putih. Aksi berujung ketegangan ketika mahasiswa menolak dihadapkan oleh aparat kepolisian di gerbang kantor DPRD.
Pemicu aksi
Mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi pemicu turun ke jalan. Poin utama termasuk tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan biaya bahan pokok. Selain itu, mereka menyorot masalah distribusi BBM subsidi dan keberlanjutan program-program pemerintah yang dinilai bermasalah.
- Kenaikan nilai tukar rupiah
- Kenaikan harga BBM
- Kelangkaan BBM subsidi
- Kontroversi program MBG dan Kopdes Merah Putih
Ketegangan di depan gedung DPRD
Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan mahasiswa kecewa karena di hadapan gerbang DPRD mereka berhadapan langsung dengan petugas kepolisian wanita yang berjaga. Para pengunjuk rasa menegaskan tujuan mereka adalah bertemu perwakilan rakyat, bukan bernegosiasi dengan aparat keamanan.
Kami di sini mau menjumpai wakil rakyat, bukan polisi
Situasi sempat memanas saat massa meminta agar anggota DPRD keluar menemui mereka. Ada dorong-mendorong ringan antara mahasiswa dan petugas yang berjaga, namun belum dilaporkan eskalasi kekerasan yang serius.
Tuntutan dan permintaan mahasiswa
Para mahasiswa secara tegas meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumut merespons tuntutan mereka secara terbuka. Mereka menolak jika dialog dimediasi oleh kepolisian dan meminta agar wakil rakyat hadir langsung di lokasi aksi untuk menerima aspirasi.
Kami mengundang bapak ibu Dewan untuk hadir menemui kami di sini, bukan kepolisian
Dampak dan catatan
Aksi ini mencerminkan keresahan publik terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan yang dinilai belum berpihak. Demonstrasi berlangsung damai meski diwarnai ketegangan singkat. Hingga penulisan berita belum ada pernyataan resmi dari pimpinan DPRD terkait permintaan pertemuan.
Pengunjuk rasa menyatakan akan terus memantau respon DPRD dan menyiapkan langkah lanjutan jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Berita Terkait
Musda V Al Washliyah Labura Ditunda Mendadak, Panitia Kecewa
Musda V Al Washliyah Labura yang dijadwalkan 14 Juni 2026 mendadak ditunda berdasarkan surat PW Sumut; panit...
Polres Periksa Ayah Korban Amputasi di RS Permata Madina
Polres Mandailing Natal memanggil ayah korban dugaan malapraktik di RS Permata Madina yang berujung amputasi...
Polsek Medan Area Tangkap Pelaku Pencurian Handphone di Jalan Denai
Unit Reskrim Polsek Medan Area menangkap Ridwan Sitohang yang mencuri handphone pada 10 Juni 2026; pelaku me...
KPK Tanggapi Dugaan Konflik Kepentingan Bupati Deliserdang
KPK menanggapi dugaan konflik kepentingan terkait Pemkab Deliserdang yang rutin menggelar bimtek di Brastagi...
BK DPRD Medan akan Panggil Anggota NasDem Terkait Dugaan Penganiayaan
BK DPRD Medan akan memanggil anggota Fraksi NasDem berinisial AT terkait dugaan penganiayaan, setelah aksi m...
Syaiful Ramadhan Ajak Remaja Jaga Ketertiban untuk Dukung Investasi Medan
Syaiful Ramadhan mengajak remaja Medan menjaga ketenteraman sesuai Perda No.10/2021 agar suasana aman dorong...