Nasional

Fadli Zon Dorong Aksara Nusantara sebagai Media Edukasi Anak Muda

Bagikan:
Fadli Zon menyampaikan dukungan pengembangan Aksara Nusantara untuk pendidikan budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan pengembangan Aksara Nusantara sebagai media edukasi bagi generasi muda, dalam pernyataan yang diterima pada 14 Agustus 2026 di Jakarta. Ia menilai inisiatif itu penting untuk merawat keberagaman budaya dan memperkenalkan identitas sejak usia dini. Usulan itu muncul setelah proses kolaborasi satu tahun antara Kraton Majapahit Jakarta dan sejumlah akademisi.

Kolaborasi antar institusi

Pengembangan Aksara Nusantara dirumuskan oleh Kraton Majapahit Jakarta bersama para ahli perguruan tinggi dan pegiat aksara. Proses ini berjalan selama satu tahun dan melibatkan beberapa universitas terkemuka.

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Gadjah Mada
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Diponegoro
  • UIN Alauddin

Kolaborasi bertujuan menghasilkan rumusan yang dapat mengakomodasi variasi aksara dari berbagai daerah.

Variasi aksara dan tujuan pelestarian

Fadli Zon mengingatkan bahwa Indonesia memiliki keragaman etnis dan bahasa yang besar. Menurutnya, Aksara Nusantara memiliki sekitar 15 hingga 30 variasi yang perlu dirawat agar identitas budaya tetap hidup.

Aksara kita dengan variasi yang kurang lebih antara 15 sampai 30 variannya. Kita tahu ada Aksara Jawa, Aksara Bali, ada Sunda, ada Makassar, ada banyak lagi aksara-aksara kita

Ia menekankan pentingnya mencari titik temu antara variasi tersebut untuk membentuk sintesis budaya yang inklusif.

Penerapan dalam dunia pendidikan

Menurut Fadli, sinergi antara pendidikan dan kebudayaan dapat membuat pembelajaran aksara lebih relevan untuk generasi muda. Kegiatan pengenalan aksara disertai penampilan seni budaya dan demonstrasi membaca serta menulis.

Tujuan praktisnya adalah menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya, sejarah, dan identitas bangsa sejak dini.

Proses, uji publik, dan langkah berikutnya

Fadli menyebut inovasi ini perlu diuji lebih luas agar masyarakat menerima rumusan yang dihasilkan. Ia menekankan pengembangan harus mengikuti perkembangan zaman tanpa menghapus nilai sejarah.

Apa yang dilakukan oleh tim Aksara Nusantara ini berusaha untuk mencari titik temu kesamaan dan membuat satu formulasi. Ini yang menjadi satu upaya untuk membuat satu sinergi dan juga satu sintesis dari keberagaman itu

Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn.) AM Hendropriyon, menyatakan tim ahli telah berhasil merumuskan Aksara Nusantara setelah satu tahun proses. Ia berharap tercipta sinergi antara Kraton dan dunia pendidikan untuk memperkenalkan aksara ini secara lebih luas.

Penguatan Aksara Nusantara berpotensi menjadi alat pendidikan budaya yang strategis, sekaligus jembatan mempertahankan identitas lokal di tengah arus globalisasi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait