Politik

Romy Dorong 'AI Merah Putih' untuk Jaga Kedaulatan Data

Bagikan:
Ilustrasi konsep AI Merah Putih dan simbol Pancasila

Jakarta — Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong pengembangan konsep “AI Merah Putih” sebagai langkah menjaga kedaulatan data dan informasi nasional di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Pernyataan itu disampaikan Romy saat seminar web bertajuk Penguatan Ideologi Pancasila yang digelar secara daring pada Kamis, 3 September 2026.

Dorongan untuk kedaulatan data nasional

Romy menilai negara perlu memiliki platform dan kebijakan yang menjaga data warga serta alur informasi digital. Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi wajib dibarengi orientasi kebangsaan agar informasi tidak dikuasai pihak asing atau korporasi tanpa kontrol publik.

Pancasila sebagai pedoman etik teknologi

Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa teknologi harus berjalan dengan pedoman moral. Menurut Romy, Pancasila harus menjadi titik tumpu dalam merumuskan prinsip-prinsip etika penggunaan AI.

"Teknologi menjawab ‘bagaimana’ (how), tapi Pancasila harus menjawab ‘mengapa’ (why) dan ‘untuk siapa’ (for whom). Kita harus mempunyai kemampuan menjaga data dan kedaulatan informasi kita."

Implementasi lima sila di ruang digital

Romy memaparkan bagaimana lima sila Pancasila dapat diwujudkan dalam praktik digital. Ia menekankan penerapan nilai-nilai tersebut untuk mencegah fragmentasi sosial, intoleransi, dan polarisasi akibat algoritma yang memengaruhi persepsi publik.

  • Ketuhanan: menegakkan toleransi beragama dalam interaksi digital.
  • Kemanusiaan: menghormati harkat dan martabat manusia, termasuk menghentikan perundungan siber.
  • Persatuan: mendorong dialog konstruktif dan menolak konten yang memecah-belah.
  • Kerakyatan: menjaga proses demokrasi tetap sehat dari manipulasi informasi.
  • Keadilan sosial: memastikan akses teknologi merata agar digital divide tidak menjadi ketimpangan baru.

Arah pendidikan Pancasila untuk generasi muda

Romy juga menyerukan perubahan metode pengajaran Pancasila kepada Generasi Z dan Alpha. Ia menolak pola doktrinasi yang bersifat hafalan dan mengusulkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

"Saya menyarankan dari hafalan menjadi pengalaman, dari knowledge jadi behavior, dari slogan menjadi living values."

Tuntutan peran pemerintah dan prospek ke depan

Romy mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika atau kementerian terkait mengambil peran pionir membangun ekosistem digital nasional yang berkarakter kebangsaan. Ia menyatakan bahwa gagasan AI Merah Putih bisa menjadi terobosan strategis untuk memperkuat pengelolaan teknologi sekaligus menjaga kedaulatan informasi.

Dengan langkah kebijakan, regulasi, dan edukasi yang terpadu, pemerintah dapat mencegah teknologi mempertegas ketimpangan sosial sekaligus menjadikan Pancasila sebagai pedoman etis pemanfaatan AI di Indonesia.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait