Kementerian Ekraf Buka Peluang AI Masuk Kurikulum SMA/SMK
Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang memasukkan kecerdasan buatan (AI) ke kurikulum sekolah menengah. Pernyataan itu disampaikan pada Workshop Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026, sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia menghadapi perkembangan teknologi.
Rencana integrasi AI ke sekolah menengah
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, menyatakan wacana ini masih akan dibahas lebih lanjut. Ia menilai pendekatan paling realistis adalah memulai di SMK atau SMA khusus yang relevan dengan teknologi.
"Saya berharap mungkin lebih tepatnya nanti kita atur ke SMK-nya, atau SMA yang khusus memang terkait dengan AI. Saya rasa itu ide yang menarik juga ya bahwa untuk menyiapkan itu semua," — Muhammad Neil El Himam
Neil menambahkan bahwa memasukkan elemen AI ke pembelajaran sejalan dengan tren digital dan berpotensi menjadi keterampilan dasar di masa depan. Ia juga menyinggung harapan yang pernah muncul saat programming mulai diperkenalkan dalam kurikulum, yang hingga kini tampil di mata pelajaran ICT.
Hasil pelatihan BDT: minat dan kelulusan melebihi target
Kementerian Ekraf melaporkan momentum pelatihan AI lewat program BDT berjalan kuat. Program bertema Productivity with AI diadakan selama sekitar dua bulan dan menarik minat signifikan dari masyarakat.
Menurut Neil, target awal pendaftaran adalah 2.000 orang, tetapi jumlah pendaftar melampaui angka itu dan mencapai lebih dari 5.000. Begitu pula target kelulusan awal yang dipatok 800 peserta, ternyata lebih dari 2.000 peserta berhasil lulus.
Pandangan praktisi tentang kurikulum dan kompetensi
COO Dicoding, Kevin Kurniawan, menjelaskan arah kurikulum pelatihan AI yang mereka dukung. Ia menekankan pendekatan pada prinsip dasar, bukan pelatihan alat spesifik semata.
"Kalau kurikulum sendiri sebenarnya kita nggak langsung specific tools-nya, tapi ke fundamental. Jadi yang diajarkan itu bagaimana cara pikir kita untuk menggunakan AI menjadi produk," — Kevin Kurniawan
Kevin juga menekankan kemampuan menyusun prompt yang efektif sebagai bagian penting pembelajaran. Ia menyebut kualitas instruksi menentukan keluaran AI, sehingga pemahaman cara kerja AI menjadi kunci untuk menghasilkan produk sesuai tujuan.
Dampak dan prospek
Kementerian Ekraf berharap semakin banyak generasi muda memahami AI sejak dini. Bekal ini diharapkan meningkatkan kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri yang terus berubah.
Diskusi lanjutan tentang implementasi di kurikulum akan menentukan model pembelajaran, cakupan materi, dan jenjang sekolah yang paling sesuai untuk memulai integrasi AI.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkeu Pastikan Pembiayaan Awal DDMF Tak Gunakan APBN
Kemenkeu memastikan modal awal DDMF tidak menggunakan APBN; instrumen ini akan biayai proyek strategis lewat...
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...