AHY: Wali Kota Jadi Duta Investasi dan Representasi Daerah
Medan, 2 Juli — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa wali kota adalah representasi terbaik daerah untuk mempromosikan potensi ekonomi dan menyelesaikan persoalan perkotaan. Pernyataan itu disampaikan saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan, Kamis (2/7).
Wali kota sebagai representasi dan pemimpin sehari-hari
AHY mengatakan kepala daerah berada paling dekat dengan warga. Mereka berhadapan langsung dengan tantangan pembangunan setiap hari dan memahami kebutuhan rakyat secara konkret. Forum Rakernas dihadiri 86 wali kota dari total 98 anggota APEKSI, menjadi bukti keterlibatan luas pemerintah kota dalam diskusi nasional.
Tantangan pembangunan perkotaan
Menurut AHY, dinamika urbanisasi dan peningkatan jumlah penduduk memperumit persoalan perkotaan. Masalah kini tidak hanya terkait infrastruktur fisik, tetapi juga soal hunian, kemacetan, pengelolaan sampah, penanganan banjir, serta kesenjangan sosial dan ekonomi.
Ia meminta pemerintah kota mengadopsi kebijakan yang adaptif dan inovatif agar respons terhadap kebutuhan masyarakat cepat dan tepat.
Peran wali kota dalam menarik investasi
AHY menekankan wali kota juga berperan sebagai duta investasi bagi daerahnya. Namun, promotif semata tidak cukup. Pemerintah daerah harus menghadirkan kepastian, pelayanan publik yang baik, kemudahan perizinan, serta iklim usaha yang kondusif.
"Para wali kota adalah pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka memahami secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan rakyat. Karena itu, saya sering mengatakan bahwa wali kota adalah the best ambassador bagi daerahnya masing-masing," ujar AHY.
Dengan ekosistem investasi yang sehat, AHY yakin investasi baru akan membuka lapangan kerja, menaikkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Rakernas APEKSI sebagai ruang koordinasi
Rakernas XVIII APEKSI di Medan dimaknai sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar-pemerintah kota. Kegiatan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan merumuskan solusi atas tantangan perkotaan yang semakin dinamis.
Kesimpulannya, AHY mendorong agar wali kota tidak hanya fokus pada penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga proaktif mengundang investasi dan menciptakan layanan publik yang mendukung pertumbuhan inklusif di daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...