Zaini Abdullah Tutup Usia, Tokoh Perjuangan Aceh Wafat di Usia 86
Aceh Besar — Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017 Zaini Abdullah, yang dikenal sebagai tokoh senior perjuangan Aceh dan akrab disapa Abu Doto, meninggal dunia pada 13 Juni 2026 pukul 12.24 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin. Kabar duka ini memicu kunjungan takziah dari sejumlah tokoh, termasuk Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, ke rumah duka di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, pada Selasa (16/6).
Takziah TP PKK Aceh
Kunjungan Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir didampingi Staf Ahli TP PKK Aceh Mukarramah Fadhlullah. Mereka menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan memberi dukungan moral bagi istri serta kerabat yang ditinggalkan.
"Duka mendalam kami sampaikan atas berpulangnya orang tua kita, tokoh perjuangan Aceh Bapak Zaini Abdullah. Seorang senior, seorang bapak bagi kita semua yang telah banyak berjuang untuk Aceh dan menjadi teladan bagi kita semua," ujar Marlina Muzakir.
Dalam pernyataannya, Marlina juga berharap keluarga, khususnya Umi Niazah A. Hamid, diberikan ketabahan. Ia menegaskan bahwa jasa almarhum selama masa konflik, proses perdamaian, dan ketika menjabat sebagai gubernur patut dikenang generasi muda Aceh.
Riwayat singkat dan peran politik
Zaini Abdullah lahir pada 24 April 1940. Sepanjang hidupnya ia aktif dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan GAM di Swedia. Setelah proses damai, ia terpilih menjadi Gubernur Aceh untuk periode 2012-2017 bersama Muzakir Manaf sebagai Wakil Gubernur.
Keberadaannya dinilai memberi kontribusi penting dalam upaya membangun Aceh pasca-konflik dan memberi teladan bagi tokoh serta masyarakat di berbagai tingkatan.
Pemakaman dan penghormatan terakhir
Jenazah Zaini Abdullah dimakamkan di kampung halamannya, di Kompleks Sekolah Yayasan Tgk Chik Hanafiah, Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, Aceh. Prosesi pemakaman berlangsung secara khidmat dan dihadiri keluarga serta sejumlah pelayat dari berbagai kalangan.
Kepulangan Zaini Abdullah meninggalkan ruang refleksi bagi masyarakat Aceh tentang peran tokoh-tokoh perjuangan dalam perjalanan daerah menuju perdamaian dan pembangunan. Kenangan tentang pengabdiannya sebagai dokter, pejuang, dan kepala daerah diperkirakan akan terus menjadi bagian narasi publik Aceh dalam waktu mendatang.
Berita Terkait
Pawai 1 Muharram di Banda Aceh: Unta Styrofoam Curi Perhatian
Replika unta styrofoam dari SD Islam Al-Azhar Kairo mencuri perhatian saat Pawai 1 Muharram 1448 di Banda Ac...
Pemerintah Aceh dan Forbes Aceh Bahas Revisi UUPA: Fokus Kewenangan & Fiskal
Pemerintah Aceh dan Forbes Aceh menggelar diskusi di BPPA Jakarta (15/6) dan sepakat fokus pada kewenangan s...
Kaca Jendela Rumah Dinas Wakil Bupati Deliserdang Pecah, Polisi Selidiki
Kaca jendela kamar tidur Wakil Bupati Deliserdang pecah pertengahan Juni; polisi olah TKP dan selidiki dugaa...
Polrestabes Medan Tangkap Bandar Narkoba, Sita 10.447 Ekstasi
Polrestabes Medan menangkap bandar DH di Deliserdang, menyita 10.447 pil ekstasi, 828 vape narkoba, dan Rp24...
Zulkifli H. Adam Dilantik Ketua DPD PAN Kota Sabang
Zulkifli H. Adam resmi dilantik sebagai Ketua DPD PAN Kota Sabang di Banda Aceh, Sabtu (13/6), berkomitmen p...
Bupati Batubara Dukung Kafilah di Pembukaan MTQ Provsu ke-40
Bupati Baharuddin memberi dukungan kepada kafilah Batubara saat pembukaan MTQ Provsu ke-40 di Medan, mendoro...