Kapolda Sumut dan Pemkab Samosir Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada
Pangururan, Samosir — Kapolda Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Samosir melaksanakan penanaman bibit bawang putih di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Rabu (19/8). Kegiatan ini bagian dari gerakan penanaman serentak di 17 provinsi untuk mempercepat swasembada bawang putih nasional.
Penanaman serentak dan luasan lahan
Penanaman berlangsung sebagai aksi kolektif antarinstansi. Di wilayah hukum Polda Sumut, beberapa polres juga ikut menanam di Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi, Humbang Hasundutan, Toba, Mandailing Natal, dan Samosir. Luas lahan yang ditanam sekitar 10,5 hektare, dengan rencana panen bersama pada November.
Kolaborasi Polri, pemerintah daerah, dan petani
Dir Binmas Polda Sumut, Kombes Pol Afriadi, menyatakan kegiatan ini adalah bentuk dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden, khususnya untuk mewujudkan ketahanan pangan.
Hal ini dilakukan guna mendukung program Asta Cita Presiden, yaitu swasembada pangan, khususnya bawang putih.
Afriadi menjelaskan, program dilaksanakan melalui kolaborasi Polri, pemerintah daerah lewat Dinas Pertanian, dan kelompok tani. Lahan yang digunakan merupakan lahan milik masyarakat setempat. Polri bersama Dinas Pertanian berupaya mengoptimalkan potensi lahan agar berdampak langsung bagi warga.
Bantuan, pendampingan, dan skema distribusi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, mengatakan Pemkab mendapat alokasi dalam program swasembada bawang putih nasional. Pemerintah daerah juga mengalokasikan bantuan melalui APBD.
- Pupuk organik cair dan pupuk organik padat;
- Bibit bawang putih;
- Bantuan traktor;
- Pendampingan teknis dari Dinas Pertanian dan perguruan tinggi;
- Bantuan tenaga ahli lapangan.
Ini merupakan komitmen yang telah dilakukan Pemkab Samosir melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir.
Tumiur menambahkan, petani berkewajiban menanam dan merawat tanaman sampai menghasilkan bibit kembali. Hasil produksi petani telah memiliki pasar. Kementerian Pertanian akan membeli produksi tersebut menggunakan dana APBN, lalu dikembalikan ke petani untuk penanaman selama dua tahun.
Jadwal panen dan harapan ke depan
Panen bersama direncanakan pada November. Skema pembelian hasil oleh pemerintah diharapkan memberi kepastian pasar dan mendorong keberlanjutan budidaya di lahan yang sama. Dengan dukungan teknis dan modal, target swasembada diharapkan bergerak lebih cepat dan memberi manfaat ekonomi bagi petani lokal.
Program ini menempatkan optimasi lahan dan kesinambungan bibit sebagai kunci agar petani tetap menanam di lokasi tersebut dalam jangka menengah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wali Kota Pematangsiantar Pimpin HLM Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi
Wali Kota Wesly pimpin HLM TPID-TP2DD-TPAKD di BI Pematangsiantar untuk jaga inflasi, percepat ETPD, dan per...
Tokoh Subulussalam Sepakat Hidupkan Kembali OGLS Rundeng
Tokoh Subulussalam, Wali Kota, dan mantan pejabat sepakat menghidupkan kembali OGLS Rundeng untuk melestarik...
Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak 120 Rumah di Medan Johor
Hujan deras dan angin kencang pada 18/8 merusak 120 rumah di Medan Johor; polisi turun tangan dan dirikan te...
Wakil Ketua PDI-P Desak Copot Kepala BGN Sumut Usai Keracunan MBG
Wakil Ketua PDI-P Sumut mendesak pencopotan Kepala BGN Sumut setelah ratusan siswa keracunan dalam program M...
Kejari Medan Terima Berkas Dugaan Penganiayaan Antonius Tumanggor
Kejari Medan menerima berkas dugaan penganiayaan terhadap anggota DPRD Antonius Tumanggor; berkas kini ditel...
Polres Batubara Gelar Gerebek Sarang Narkoba, 4 Orang Diamankan
Kapolres Batubara pimpin Gerebek Sarang Narkoba di tiga lokasi pada 18 Agustus; empat orang diamankan dan be...