Yusril Dorong Layanan Publik Bersih dan Transparan
Menko Yusril Ihza Mahendra mendorong pembenahan organisasi secara menyeluruh pada Selasa, 9 Juni 2026, saat membuka kegiatan Konsolidasi Pelayanan Publik. Tujuannya untuk mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, responsif, dan berintegritas melalui langkah konkret.
Garis besar ajakan Yusril
Menurut Yusril, peningkatan kualitas layanan harus dilaksanakan dengan langkah yang terukur dan dapat diawasi. Ia menekankan bahwa pelayanan yang baik menjadi dasar agar masyarakat memperoleh haknya secara jelas, setara, dan tanpa hambatan.
Seluruh unit layanan publik harus dipastikan mampu memberikan pelayanan yang mudah diakses, responsif, dan berorientasi. Khususnya pada kepentingan masyarakat
Rincian delapan agenda pembenahan
Yusril merinci delapan agenda yang perlu menjadi fokus seluruh unit layanan publik. Agenda ini dirancang untuk memperkuat kepastian hukum, transparansi, dan akuntabilitas layanan.
- Memetakan titik-titik layanan publik agar akses masyarakat terhadap layanan menjadi lebih mudah dan efektif.
- Meninjau kembali standar pelayanan di setiap unit kerja, termasuk prosedur, biaya, waktu, dan dasar hukum yang digunakan.
- Memperkuat mekanisme pengaduan masyarakat agar lebih responsif dan efektif sebagai sarana pengawasan dan evaluasi berkelanjutan.
- Mengidentifikasi serta menghilangkan potensi praktik pungutan dan penggunaan perantara yang mengganggu objektivitas dan keadilan layanan.
- Memperkuat sistem pelayanan untuk menutup celah yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.
- Menghentikan praktik yang tidak sesuai ketentuan dan menindak indikasi pelanggaran secara objektif dan profesional.
- Menguatkan pengawasan internal dan mekanisme audit untuk memastikan kepatuhan prosedural.
- Menegaskan komitmen pembenahan berkelanjutan yang tidak hanya berupa komitmen administratif, melainkan perubahan sistemik.
Praktik semacam itu dapat merusak kepercayaan masyarakat. Terhadap negara dan merugikan aparatur yang bekerja secara jujur
Perlindungan bagi aparatur berintegritas
Yusril juga menekankan pentingnya memberikan perlindungan dan apresiasi kepada pegawai yang menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Ia mengingatkan bahwa dukungan organisasi harus nyata.
Pegawai yang bekerja jujur dan menolak penyimpangan harus mendapatkan dukungan organisasi. Bukan justru dikucilkan di lingkungan kerjanya
Implikasi dan langkah ke depan
Reformasi pelayanan publik menurut Yusril harus diwujudkan lewat pembenahan sistem dan pengawasan yang konsisten. Implementasi delapan agenda menjadi tolok ukur keberhasilan bagi setiap unit kerja.
Dengan langkah terukur dan mekanisme pengaduan yang efektif, pemerintah berharap kepercayaan publik terhadap layanan akan meningkat dan praktik pungutan ilegal dapat ditekan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Beasiswa BPDDI 2026 Dibuka, Dosen Berkesempatan Kuliah S3 Gratis
Kemdiktisaintek membuka Beasiswa BPDDI 2026 untuk dosen perguruan tinggi, menyediakan dana hidup, transporta...
15 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di JFC 2026 dengan Karya Daur Ulang
15 siswa Sekolah Rakyat Jember tampil di JFC 2026 (24–26 Juli) memamerkan kostum daur ulang dan mengasah kre...
Uskup Asia Puji Masjid Istiqlal sebagai Simbol Persaudaraan
Kardinal dan uskup FABC menutup Sidang Pleno ke-12 dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, simbol persaudaraan l...
Delegasi FABC Kagumi Masjid Istiqlal: Simbol Persaudaraan
Penutupan FABC ke-12 berakhir dengan kunjungan 154 delegasi ke Masjid Istiqlal, menegaskan persaudaraan dan...
Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Menlu Sugiono mendorong revitalisasi ARF agar lebih responsif terhadap tantangan keamanan kawasan dan menged...
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung
MUI mengusulkan zakat diakui sebagai tax credit (pengurang pajak langsung) untuk mencegah beban ganda dan me...