Yusril Dukung KPK Ungkap Kasus Korupsi Imigrasi
Menko Yusril Ihza Mahendra menyatakan dukungan penuh kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengungkapan dugaan kasus korupsi yang melibatkan pejabat imigrasi. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers di kantor Kemenko Kumham Imipas, Kamis, 4 Juni 2026, dan menekankan perlunya pengawasan serta penegakan hukum yang konsisten.
Sikap pemerintah dan penegakan hukum
Yusril menilai perkara ini sebagai tantangan serius bagi pemerintah untuk memperbaiki kontrol internal dan menindak pelanggaran secara tegas. Ia menegaskan seluruh kebijakan Presiden harus dilaksanakan agar pemerintahan bebas dari korupsi di semua lini.
“Kasus ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan dan menegakkan hukum secara konsisten. Seluruh kebijakan Presiden Prabowo harus dijalankan agar pemerintahan bebas korupsi di semua lini,”
Proses pemeriksaan oleh KPK
Menurut Yusril, semua pejabat dan mantan pejabat imigrasi telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik KPK. Ia menyatakan para yang diperiksa bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh rangkaian proses hukum yang sedang berjalan.
“Mereka seluruhnya kooperatif menjalani pemeriksaan dan mengikuti proses hukum yang sedang dilakukan penyidik KPK. Pemerintah menghormati seluruh tahapan penyidikan yang berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”
Garis kebijakan: tidak ada intervensi
Yusril menegaskan bahwa pemerintah menyerahkan penanganan perkara ini sepenuhnya kepada KPK dan tidak akan melakukan intervensi. Langkah ini, menurutnya, penting untuk menjamin independensi proses penegakan hukum.
“Pada akhirnya pemerintah mempercayakan sepenuhnya kepada KPK untuk melakukan proses penegakan hukum yang seadil-adilnya atas kasus ini. Jika memang terdapat cukup bukti untuk dilimpahkan ke pengadilan, maka kita menunggu apa putusan pengadilan nantinya,”
Imbauan kepada tersangka dan apresiasi kepada KPK
Menko hukum meminta agar mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka bersikap terbuka kepada penyidik selama proses berlangsung. Keterbukaan, katanya, akan memperlancar penyidikan, penuntutan, dan persidangan.
“Kita tidak menghalang-halangi dan kita kooperatif dengan semua pihak. Mereka yang sudah dinyatakan sebagai tersangka sekarang untuk terus terbuka sehingga tidak mempersulit penyidikan, penuntutan nantinya, dan proses persidangan,”
Di akhir pernyataannya, Yusril memberi penghargaan kepada KPK atas upaya pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten. Ia berharap penanganan kasus ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPK atas pengawasan dan penegakan hukum yang konsisten mengungkap kasus ini. Mudah-mudahan penegakan hukum yang adil dapat ditegakkan sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin kuat,”
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Raih Predikat Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Kemkomdigi mendapat predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari ORI untuk 2024–2025 dengan skor 8...
Wamenko: Ketahanan Pangan Kian Menguat, Stok Beras 5 Juta Ton
Pemerintah perkuat ketahanan pangan dengan cadangan beras 5 juta ton; stok dinilai cukup hadapi El Nino dan...
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...
Setahun Tanpa Impor, Indonesia Surplus 4,2 Juta Ton Beras
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia setahun tak impor beras sehingga tercapai surplus 4,2 juta...
Bulog Catat Pengadaan Beras 3,5 Juta Ton hingga 24 Juli 2026
Bulog mencatat pengadaan setara beras mencapai 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026, mendekati target 4 juta ton...
Anggota KDMP Nuar Maju Tembus 130, Koperasi Tawarkan Harga Murah
KDMP Nuar Maju kini memiliki 130 anggota aktif; koperasi menawarkan harga lebih murah dan hak atas SHU sebag...