Menbud Tekankan Kolaborasi dalam Pengembangan Benteng Kuto Besak
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan fasilitas kesehatan di sekitar Benteng Kuto Besak, Palembang. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 4 Juni 2026, saat membahas upaya memastikan pelestarian warisan budaya sejalan dengan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Inti pernyataan dan tujuan
Fadli meminta agar semua pihak duduk bersama mencari solusi yang saling menguntungkan. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan dan pelestarian budaya harus berjalan bersamaan untuk memberi manfaat luas.
"Yang diperlukan adalah pertemuan seluruh pihak agar persepsinya sama sehingga ada solusi yang saling menguntungkan. Narasi tentang Benteng Kuto Besak tetap hidup di tengah masyarakat, sementara kondisi eksisting yang ada juga tetap dapat dimanfaatkan,"
Status lokasi dan aturan pelestarian
Benteng Kuto Besak adalah cagar budaya nasional yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri pada 2004. Kawasan ini menyimpan nilai sejarah sebagai peninggalan Kesultanan Palembang.
Fadli menyebut, berdasarkan kajian awal, lokasi rencana pembangunan rumah sakit Kodam II/Sriwijaya berada di luar kawasan inti cagar budaya. Dengan demikian, menurutnya, rencana tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan pelestarian kebudayaan.
Komitmen Kodam II/Sriwijaya dan proses kajian
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menjelaskan tujuan pembangunan adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi prajurit, keluarga, dan masyarakat. Ia memastikan lokasi pembangunan berada di area bekas poliklinik lama, di luar tembok benteng.
Untuk mematuhi regulasi, Kodam II/Sriwijaya telah memulai proses heritage impact assessment sesuai arahan Kementerian Kebudayaan. Kodam juga membuka ruang dialog dan sosialisasi dengan berbagai pihak untuk membangun kesamaan pemahaman.
"Kami berkomitmen pembangunan ini tidak akan merusak warisan sejarah yang ada. Bahkan diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan para budayawan dan masyarakat ke depan,"
Dampak, pengelolaan, dan prospek
Koordinasi lintas sektor dinilai penting karena rencana ini mendapat perhatian dari masyarakat dan pegiat budaya. Upaya bersama diharapkan menjaga keutuhan fisik benteng sekaligus mengembangkan kawasan sebagai ruang edukasi, wisata sejarah, dan budaya.
Ke depan, pihak terkait diharapkan menyepakati langkah teknis yang menjamin perlindungan aset budaya sekaligus terpenuhinya kebutuhan layanan kesehatan. Dengan demikian, Benteng Kuto Besak tetap terjaga sebagai bagian dari identitas dan perjalanan peradaban Palembang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Raih Predikat Kualitas Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Kemkomdigi mendapat predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari ORI untuk 2024–2025 dengan skor 8...
Wamenko: Ketahanan Pangan Kian Menguat, Stok Beras 5 Juta Ton
Pemerintah perkuat ketahanan pangan dengan cadangan beras 5 juta ton; stok dinilai cukup hadapi El Nino dan...
Pertagas Gelar Office Adventure Day Rayakan Hari Anak Nasional
Pertagas menggelar Office Adventure Day pada 25 Juli 2026, menghadirkan ruang bermain edukatif bagi 35 anak...
Setahun Tanpa Impor, Indonesia Surplus 4,2 Juta Ton Beras
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Indonesia setahun tak impor beras sehingga tercapai surplus 4,2 juta...
Bulog Catat Pengadaan Beras 3,5 Juta Ton hingga 24 Juli 2026
Bulog mencatat pengadaan setara beras mencapai 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026, mendekati target 4 juta ton...
Anggota KDMP Nuar Maju Tembus 130, Koperasi Tawarkan Harga Murah
KDMP Nuar Maju kini memiliki 130 anggota aktif; koperasi menawarkan harga lebih murah dan hak atas SHU sebag...