Membagi Waktu Kunci Sukses Berbisnis Oriflame
Younita Christian Berek menjalankan bisnis Oriflame sambil bekerja sebagai petugas sensus dengan cara membagi waktu secara disiplin setiap hari. Ia memanfaatkan waktu senggang dan jam istirahat untuk promosi, sehingga usaha sampingan ini tidak mengganggu pekerjaan utama.
Pembagian waktu dan metode promosi
Younita mengatakan promosi dilakukan baik melalui media sosial maupun pertemuan langsung dengan pelanggan. Fleksibilitas metode ini memudahkan pengaturan sesuai jadwal kerjanya.
Saya bekerja sebagai petugas sensus, jadi promosi Oriflame biasanya dilakukan saat waktu senggang atau jam istirahat
Ia menegaskan strategi promosi disesuaikan dengan ketersediaan waktu. Promosi bisa online ataupun offline, tergantung situasi dan kebutuhan calon pembeli.
- Promosi lewat media sosial untuk menjangkau lebih luas.
- Pertemuan langsung untuk transaksi dan konsultasi produk.
- Penyusunan jadwal harian agar tidak bertabrakan dengan tugas utama.
Promosinya bisa online, bisa juga offline atau langsung bertemu dengan pelanggan. Jadi saya sesuaikan saja dengan waktu yang ada
Tantangan layanan pelanggan
Selain manajemen waktu, Younita menyebut tantangan utama terletak pada komunikasi terkait pengiriman pesanan. Pelanggan kerap menanyakan status barang, sehingga diperlukan penjelasan yang sabar dan jelas.
Kadang pelanggan sering tanya barangnya sudah sampai atau belum. Jadi kita harus sabar menjelaskan proses pengirimannya
Kesabaran dan komunikasi efektif menurutnya penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan pengalaman berbelanja tetap positif.
Keleluasaan tanpa target bulanan
Younita menilai salah satu keunggulan berbisnis Oriflame adalah tidak adanya target penjualan bulanan. Kondisi ini memberi kebebasan untuk menjalankan usaha sesuai kemampuan dan kebutuhan pribadi.
Dengan pengaturan waktu yang disiplin dan komunikasi yang baik, ia mampu mempertahankan bisnis sampingan tanpa mengorbankan tugas utama sebagai petugas sensus.
Catatan: Strategi Younita menekankan pentingnya fleksibilitas, disiplin, dan pelayanan pelanggan dalam menjalankan bisnis sampingan secara berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...